RELUNG.ID – Di sudut ruangan di Vpool Palembang, terlihat seorang wanita berambut panjang terkuncit dan berpakaian biru muda menatap serius bola nomor 9 yang berada di sudut meja.
Dengan memakai sarung tangan berwarna pink, wanita itu menarik napas dalam dan dengan piawai mengayunkan stiknya. Bola putih pun meluncur dan ‘cetar’ bunyi suara bola 9 yang tepat masuk ke dalam lubang pojok meja.
Wanita ini merupakan salah satu atlet biliar wanita senior dari Sumsel bernama Yessy Abdi yang mengikuti Relung Billiard Challenge Kapolda Sumsel Cup 2025.
“Biliar itu olahraga berpikir,” katanya yang akrab disapa Mbak Sisi ini.
Awalnya, dia bermain biliar ini hanya sebagai hobi, karena olahraga ini menawarkan pelajaran otak, mulai dari menghitung sudut, menahan emosi, dan tetap fokus meski lawan menatap intens.
Namun, lama kelamaan dia pun mulai mencintai olahraga ini dan mengikuti serangkaian kompetisi biliar.
“Main biliar ini sejak tahun 2003 lalu dan sampai sekarang saya tetap main karena sudah cinta sama olahraga ini,” kata ibu tiga anak ini.
Puncaknya pada tahun 2015, dia berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan lawan tangguh di babak final di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat tahun 2015 lalu.
Dia juga berhasil membawa medali perak pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Bangka Belitung di tahun 2015 dan memenangkan tiket untuk maju ke Pekan Olahraga Nasional (PON).
Prestasi itu merupakan buah dari dua belas tahun kerja keras, berlatih hingga larut malam, dan mempelajari gerak mikro bola demi bola.
“Kunci keunggulannya bukan pada kekuatan pukulan, melainkan kekayaan strategi dan ketenangan mental. Saya selalu menyiapkan rencana A, B, dan C sebelum ambil posisi,” terangnya.
Meski telah meraih sederet prestasi, Yessy Abdi ini tidak berpuas diri. Dia terus mengasah kemampuannya dan membimbing pada junior nya agar lebih memahami biliar.
Karena menurutnya, biliar ini bukan sekedar olahraga fisik melainkan olahraga otak yang menuntut dedikasi, kesabaran dan kecerdikan.
“Semoga kedepan akan banyak atlet-atlet wanita yang dapat mewakili Sumsel bukan hanya kancah nasional tetapi juga internasional,” harapnya. (LWM)

