RELUNG.ID – Penerapan kenaikan pajak opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) berdampak signifikan pada industri otomotif di Sumsel.
Salah satu yang terkena imbasnya adalah penjualan kendaraan Hyundai. Mobil Pabrikan Korea Selatan tersebut mengalami penurunan penjualan.
General Maanger Hyundai Maju Motor, Alay Tan mengatakan, penjualan mereka mengalami penurunan akibat kebijakan baru ini. Banyak konsumen yang memilih menunda pembelian kendaraan atau mempertimbangkan lebih lama sebelum memutuskan membeli.
“Sejak adanya pajak opsen ini, penjualan kami menurun. Harga kendaraan menjadi lebih mahal, sehingga konsumen berpikir dua kali untuk membeli,” katanya, Senin (13/1)
Selain kenaikan pajak opsen, kendaraan seperti Hyundai Palisade juga terkena pajak PPN sebesar 12 persen, yang semakin meningkatkan harga jual mencapai Rp30 juta. Sedangkan harga Hyundai Stargazer naik hingga Rp13 juta dibandingkan sebelumnya.
“Mungkin untuk mobil premium tidak masalah karena market kelas atas, namun tidak bagi konsumen Stargezer yang mayoritas middle sehingga ini memberatkan,” ujarnya
Meski demikian, pihak Maju Motor Grup tetap optimistis dengan prospek penjualan pada 2025. Meski 2024 mencatat pertumbuhan yang terbatas, yakni 5 persen untuk Hyundai, target pertumbuhan pada tahun 2025 diproyeksikan tetap positif.
“Penjualan di 2024 secara keseluruhan tumbuh 15 persen di Maju Motor Grup, dan kami yakin tren ini akan berlanjut tahun depan,” jelasnya.
Untuk mendorong penjualan Maju Motor Grup berharap pemerintah daerah memberikan inisitif seperti yang dilakukan di Jawa Barat, dapat memberikan relaksasi pajak untuk meringankan beban konsumen.
Program relaksasi pajak progresif dan BBNKB diharapkan dapat diterapkan untuk mendorong daya beli masyarakat.
Langkah-langkah seperti ini sangat membantu industri otomotif untuk pulih dari dampak kenaikan pajak. Kami menunggu dukungan konkret dari pemerintah daerah.
Dengan meningkatnya harga kendaraan, dukungan kebijakan yang pro-bisnis dan konsumen menjadi krusial untuk menjaga pertumbuhan industri otomotif di masa depan. (CKM)

