RELUNG.ID – Musim kemarau tahun ini diprediksi tidak akan berdampak signifikan terhadap sektor pertanian di Sumatera Selatan (Sumsel), terutama pada tanaman padi. Kepala Dinas Pertanian Sumsel, Bambang Pramono, menjelaskan bahwa sebagian besar sawah di wilayah ini berada di lahan rawa dengan cadangan air alami, sehingga tanaman tetap mendapat pasokan air yang cukup.
“Sebanyak 73% dari luas sawah di Sumsel adalah lahan rawa yang selalu tergenang air. Ini menjadi berkah tersendiri, karena kecukupan air tetap terjaga selama musim kemarau,” ungkap Bambang pada Kamis (22/5).
Namun, ia juga menggarisbawahi bahwa tantangan kekurangan air tetap ada, khususnya pada lahan sawah irigasi yang tersebar di daerah seperti Ogan Komering Ulu Timur dan Musi Rawas. Untuk mengatasi tantangan ini, koordinasi antara pemerintah daerah dan petani terus dilakukan guna menjaga stabilitas produksi.
“Kami telah menginstruksikan kabupaten/kota untuk mempersiapkan pompa air dan langkah mitigasi lain, sehingga produksi padi tidak terganggu meskipun menghadapi kemarau,” tambahnya.
Dari total luas sawah di Sumsel yang mencapai 470.000 hektare, sekitar 399.000 hektare merupakan lahan rawa. Lahan ini terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu rawa pasang surut dan rawa lebak, yang mampu menopang kebutuhan air untuk padi bahkan di musim kering.
Target produksi tahun ini juga cukup ambisius. Dengan capaian produksi saat ini yang hampir mencapai 3 juta ton gabah kering giling (GKG), tepatnya 2,94 juta ton, Sumsel optimis menambah 1 juta ton GKG melalui berbagai strategi, termasuk program cetak sawah seluas 48.000 hektare dan optimalisasi indeks pertanaman.
“Peningkatan produksi ini akan didorong dengan pemanfaatan lahan secara maksimal dan implementasi program yang terstruktur,” pungkas Bambang.[THQ]

