RELUNG.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diperuntukkan bagi siswa.
Seluruh tenaga pendidik dan pegawai sekolah, termasuk petugas kebersihan dan staf tata usaha (TU) juga berhak menerima MBG.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan ketentuan tersebut telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Perluasan Penerima MBG.
“Perpres Nomor 115 yang terbit Desember lalu secara tegas menyebutkan bahwa guru dan tenaga kependidikan berhak menerima MBG,” kata Nanik saat meninjau pelaksanaan MBG di SMK Negeri 1 Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Ia menekankan bahwa seluruh unsur yang bekerja di lingkungan sekolah tanpa terkecuali harus mendapatkan manfaat program tersebut.
“Semua tenaga pendidik termasuk. Yang bagian kebersihan, yang di tata usaha, semuanya dapat. Karena itu dapur harus disiapkan dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, Nanik juga menegaskan hak siswa untuk tetap menerima MBG pada hari Sabtu. Menurutnya, distribusi makanan untuk hari libur tersebut dapat dilakukan dengan sistem penggantian.
“Sabtu tetap harus dapat. Bisa diberikan pada hari Jumat dalam bentuk makanan kering. Ini hak anak-anak dan tidak boleh dikurangi,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus. Ia menegaskan bahwa program MBG mencakup seluruh warga sekolah, bukan hanya peserta didik.
“Jangan hanya muridnya saja. Guru dan seluruh pegawai sekolah juga harus mendapatkan MBG,” kata pria yang akrab disapa Benny itu.
Saat meninjau pelaksanaan MBG di SMK Negeri 1 Jakarta, Benny menemukan masih ada guru dan pegawai sekolah yang belum menerima makanan bergizi gratis.
“Di sekolah ini tadi yang mendapat makan hanya murid. Padahal jumlah guru dan pegawai ada 118 orang dan belum menerima,” ujarnya.
Benny menegaskan Presiden RI Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar cakupan penerima MBG diperluas, termasuk bagi tenaga pendidik dan pegawai sekolah.
“Ini sesuai arahan Presiden. Ke depan, jangan hanya murid yang menerima, tetapi semua yang bekerja di sekolah harus ikut merasakan manfaat program ini,” pungkasnya. (vid)

