RELUNG.ID — Badan Gizi Nasional (BGN) bakal mengangkat 32 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Februari 2026 sebagai bagian dari rekrutmen tahap kedua. Mayoritas formasi dialokasikan untuk jabatan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di program-program gizi nasional.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan, dari total 32.000 formasi, 31.250 ditujukan untuk lulusan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan memimpin dapur program MBG. Selain itu, tersedia 750 formasi akuntan dan 375 tenaga gizi untuk mendukung layanan gizi di seluruh Indonesia.
“Seluruh peserta telah melewati tahapan seleksi dan kini sedang dalam proses administratif, termasuk pengisian daftar riwayat hidup dan pengusulan nomor induk PPPK. Diperkirakan mereka resmi menjadi PPPK mulai 1 Februari 2026,” ujar Dadan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (20/1/2026).
Tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari rekrutmen tahap pertama yang telah mengangkat 2.080 PPPK sejak 1 Juli 2025. BGN juga telah menyiapkan tahap ketiga dan keempat, masing-masing dengan 32.460 formasi, untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di lingkungan BGN.
Dadan menambahkan, proses rekrutmen berikutnya dilakukan berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
“Langkah ini untuk memastikan BGN memiliki SDM yang memadai guna mendukung program pemenuhan gizi nasional,” jelasnya.[THQ]

