RELUNG.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi desa melalui integrasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra, menekankan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada kemandirian pangan lokal. Pemerintah mendorong agar seluruh bahan baku dapur MBG bersumber langsung dari produksi desa, sehingga ekonomi lokal bergerak dan rantai pasok pangan di Sumsel semakin kuat.
“Dengan memanfaatkan hasil bumi desa, kita tidak hanya menjamin ketersediaan bahan pangan berkualitas untuk masyarakat, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar Edward, Selasa (20/1/2026).
Hingga saat ini, progres Program MBG di Sumsel terus positif. Dari target 808 dapur layanan, sebanyak 589 dapur telah resmi beroperasi, melayani sekitar 1,5 juta penerima manfaat dari target 2,5 juta jiwa. Edward menekankan bahwa dukungan GSMP melalui pembibitan dan penguatan produksi pangan lokal terutama bagi rumah tangga miskin menjadi kunci kelancaran program.
Selain aspek sosial, integrasi ini juga berimplikasi pada stabilitas ekonomi. Meski pertumbuhan ekonomi Sumsel mencapai 5,20 persen, pemerintah tetap mewaspadai dinamika fiskal akibat realokasi program nasional dan penyesuaian Dana Desa serta Transfer ke Daerah. Penguatan sektor pangan mandiri diharapkan menjadi mitigasi efektif.
Edward menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia meminta Bulog, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan melakukan business matching dan sinergi untuk memastikan stok bahan pangan mencukupi dan harga stabil.
“Program besar ini tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi antar-pihak adalah kunci agar ketersediaan pangan tetap terjaga, harga stabil, dan masyarakat mendapatkan manfaat maksimal,” tegas Edward.[THQ]

