Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Biaya Obat Diabetes Bebani BPJS, BRIN Teliti Biosimilar Insulin
Lifestyle

Biaya Obat Diabetes Bebani BPJS, BRIN Teliti Biosimilar Insulin

alwiBy alwi26/10/2022
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jumlah penderita diabetes diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia hingga 2045. Hal ini karena ada perubahan pola hidup.

Indonesia sendiri termasuk negara dengan jumlah penderita diabetes peringkat 5 terbesar di dunia. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 8,5 persen dan biaya obat Diabetes Mellitus membebani BPJS. Hal inilah yang melatarbelakangi riset dan pengembangan biosimilar insulin.

Peneliti Pusat Riset Rekayasa Genetika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dini Nurdiani mengatakan selain adanya global emergency penyakit diabetes. Latar belakang lainnya yaitu, top 10 generic drugs di Indonesia, di mana tiga diantaranya adalah analog insulin. Semuanya disediakan melalui impor.

“Hal ini menjadi kurang strategis bagi kemandirian Indonesia di bidang penyediaan obat diabetes,” katanya dikutip dari keterangan resminya, beberapa waktu lalu.

Untuk berkontribusi dalam penyediaan insulin dalam negeri, maka dilakukan penelitian dan pengembangan biosimilar insulin. Penelitian ini memiliki target fokus pada tiga jenis insulin dan analognya yaitu Humulin, glargine, dan aspart yang memiliki tipe aksi berturut-turut pendek, panjang, dan cepat serta enzim-enzim pendukung untuk pematangan insulin yaitu tripsin dan kex2-endoprotease.

Dini menjelaskan, untuk produksi human rekombinan dalam skala besar, ada dua sistem utama yang banyak digunakan yaitu sistem E. coli dan sistem yeast dalam hal ini Saccharomyces cerevisiae. Pada sistem E. coli insulin perkusor di-overekspresi untuk membentuk inclusion body dan pada tahap selanjutnya membutuhkan solubization dan oksidative refolding.

Pada sistem Saccharomyces cerevisiae prekursor insulinnya disekresikan ke supernatan kultur kemudian di-konversi menjadi human insulin melalui reaksi enzimatik. Selanjutnya, purifikasinya memerlukan beberapa tahap. Sistem yeast yang lain dapat digunakan sebagai alternatif untuk produksi insulin adalah sistem Pichia pastoris yang memiliki kelebihan di antaranya dapat menghasilkan titer protein yang tinggi, diregulasi oleh promotor kuat (AOX) yang diinduksi metanol, memiliki ekspresi yang stabil dari gen target yang diintegrasi, memiliki kemampuan sekresi yang tinggi dan protein lain diluar produk ekspresi jumlahnya rendah, serta kebutuhan kultur medium yang tidak mahal.

“Apabila dibandingkan Pichia pastoris dengan Saccharomyces cerevisiae, P. pastoris tidak meng-glikosilasi protein heterolog sebanyak S. cereviseae. Dengan demikian, dapat mengurangi risiko aktivasi kekebalan pada tubuh manusia,” terangnya.

Sejak awal kegiatan ini direncanakan untuk dikerjakan oleh konsorsium dan merupakan salah satu prioritas riset nasional (PRN). Sejak tahun 2019 diskusi terkait pembentukan konsorsium pengembangan biosimilar insulin sudah dilakukan dengan melibatkan beberapa institusi diantaranya LIPI dan BPPT (sekarang BRIN) mewakili LPNK, dari universitas diwakili ITB, UGM dan Unair. Sedangkan dari industri diwakili Biofarma dan juga mengundang BPOM yang mewakili regulator. Sejak tahun itu pun sudah diidentifikasi tahapan yang harus dilalui. Riset ini melalui tahap yang panjang dan tidak mudah serta membutuhkan banyak pakar.

Identifikasi perjalanan riset insulin dibagi dalam 5 WBS untuk mengerjakan 3 jenis insulin yaitu Humulin, aspart, dan glargine serta 2 enzim pendukung untuk pematangan insulin, yaitu tripsin dan kex2-endoprotease. WBS 1 dikerjakan tim LIPI dan ITB untuk pengembangan research cell bank (RCB) untuk ekspresi target humulin, aspart dan glargine serta target dua enzim pendukung. Kegiatan ini didanai LPDP tahun 2020.

Untuk WBS 2 terkait fermentasi atau bioprosesnya dan purifikasi dari prekursor, konversi prekursor menjadi insulin, karaktersasi protein, analisis komperatif dengan originatornya serta produksi skala pilot berbasis GMP. Institusi yang terlibat pada WBS 2 ini adalah LIPI, BPPT, ITB, dan Biofarma.

Sedangkan WBS 3 yakni formulasi dan pengembangan sistem delivery insulin, diketuai oleh UGM. Sedangkan LIPI berperan dalam menyiapkan material insulin yang akan diformulasi. Untuk inisiasi kegiatan riset di WBS 3 telah dilakukan secara paralel oleh tim UGM dengan pendanaan PRN UGM.

Sementara, WBS 4 adalah uji praklinik dan inisiasi uji klinik. Uji praklinik in vitro dan in vivo, diketuai oleh UGM. BRIN akan mengerjakan uji in vitro, sedangkan in vivo diinisiasi dan dilakukan oleh tim UGM. Metode untuk in vitro sudah diinisiasi sejak tahun 2020 sedangkan uji in vivo telah diinisiasi sejak tahun 2021 dengan pendanaan LPDP.

Dan terakhir, WBS 5 yaitu untuk regulasi dan sertifikasi yang melibatkan BPOM, tentunya BPOM perlu dilibatkan dari awal supaya tidak ada masalah ketika mengusulkan regulasi. Sebagai informasi, seminar dihadiri pula Sony Suhandono dari SITH-ITB dengan paparan berjudul “Produksi Biosurfaktan Rekombinan”.

Kepala Pusat Riset Rekayasa Genetika BRIN, Ratih Asmana Ningrum mengatakan, saat ini tidak ada riset yang bisa dilakukan sendiri. Tentunya riset memerlukan kerja sama dari berbagai pihak. BRIN sendiri sudah menyediakan berbagai macam skema pendanaan dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan bersama.

“Semoga dengan adanya acara ini, kita bisa melihat potensi kolaborasi dan berlanjut pada kerja sama riset dengan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Institut Teknologi Bandung (SITH-ITB). Kita sudah punya dua kerja sama yaitu pada bidang kesehatan untuk media yang bisa menginaktivasi virus yang saat ini bekerja sama dengan kelompok riset SARS Cov-2 dan satu kerja sama lagi juga untuk skrining anti SARS Cov-2,” jelas Ratih.

Ratih mengungkapkan, kerjasama bisa bertambah dengan ITB terutama untuk bidang tanaman. Pusat Riset Rekayasa Genetika BRIN selain memiliki klaster kesehatan juga memiliki kluster tanaman dan bioindustri. “Saya yakin apa yang akan di-sharing hari ini sangat bermanfaat bagi kita. Jadi mari kita manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan untuk belajar juga untuk melihat potensi kerja sama lebih lanjut,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDiduga Hendak Tawuran, Dua Remaja Kedapatan Bawa Sajam
Next Article PC Melemah, Keuntungan Microsoft Turun 14 Persen
alwi

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,957 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,826 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,799 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?