RELUNG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel memprediksi bahwa musim hujan baru akan tiba pada awal November.
Musim kemarau yang tengah berlangsung saat ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga Oktober mendatang.
Hal ini merupakan akibat dari keterlambatan kedatangan musim hujan, yang disebabkan oleh kondisi iklim yang tidak biasa.
Baca Juga: Wujud dewa Nika Bikin Isi pulau Egghead Merinding
“BMKG Sumsel memprediksi musim hujan untuk Sumsel baru akan terjadi pada awal November,” ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang, Wandayantolis.
Saat ini, Sumatera Selatan (Sumsel) sedang mengalami puncak musim kemarau.
Tahun ini, musim kemarau terasa lebih panjang dan lebih kering dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pemkab Muba Gelar Vaksinasi Rabies Gratis, Catat Tanggal dan Lokasinya!
Penyebab utama keringnya musim kemarau ini adalah fenomena El Nino.
Fenomena ini diprediksi akan melemah pada akhir tahun ini dan akan menghilang pada awal tahun mendatang.
Wandayantolis juga mengungkapkan bahwa meskipun ada peningkatan curah hujan yang diharapkan pada akhir Oktober.
Hal tersebut kemungkinan belum cukup untuk mengatasi kekeringan yang telah terjadi selama musim kemarau.
“Jadi Oktober itu masih ada hotspot yang terjadi,” jelasnya.
Untuk periode puncak musim hujan, diprediksi umumnya akan terjadi di bulan Januari dan Februari 2024.
Baca Juga: Kizaru Tangkap Vegapunk, Dewa Nika Tangkap Kizaru
Namun, BMKG juga memperingatkan bahwa ada beberapa daerah yang kemungkinan akan mengalami curah hujan yang lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan biasanya.

