RELUNG.ID — Sumsel masih berada dalam periode musim hujan dengan potensi curah hujan cukup tinggi di awal Maret 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi 70 persen wilayah Sumsel akan didominasi hujan berintensitas menengah.
“Curah hujan di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diperkirakan meningkat pada dasarian I Maret 2025,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, Sabtu (1/3/2025).
Wilayah dengan curah hujan rendah diprediksi terjadi di sebagian kecil Empat Lawang bagian barat dengan peluang lebih dari 50 persen. Sementara itu, hujan berintensitas tinggi antara 150-300 mm berpotensi terjadi di sebagian kecil Banyuasin bagian selatan, OKI bagian barat, Ogan Ilir bagian utara, dan sebagian besar Kota Palembang.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di daerah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Wandayantolis juga menjelaskan bahwa indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan kondisi La Nina yang melemah dan diprediksi menuju netral pada periode Maret hingga Mei 2025. Sementara itu, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada kategori netral sebesar 0,22 dan diprediksi bertahan hingga pertengahan tahun 2025.
“Dengan kondisi ini, diharapkan masyarakat bijak menggunakan air dan menjaga kebersihan lingkungan demi mengantisipasi potensi bencana,” tambahnya.
Terkait monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH), BMKG mencatat sebagian besar wilayah Sumsel masih diguyur hujan. HTH terpanjang terpantau hanya terjadi selama 3 hari di Pos Hujan AWS SMPK Ogan Ilir, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir.
Dengan potensi curah hujan yang masih cukup tinggi, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mempersiapkan langkah mitigasi menghadapi kemungkinan bencana yang dapat terjadi. [THQ]

