RELUNG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan menginformasikan bahwa sebagian besar wilayah Sumsel telah memasuki musim pancaroba, yaitu masa peralihan dari musim kemarau ke awal musim hujan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam selama periode ini.
Kepala Stasiun Klimatologi SMB II Palembang, Siswato Fauzi, menyatakan bahwa masyarakat harus berhati-hati terhadap cuaca ekstrem yang mungkin terjadi, seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, puting beliung, sambaran petir, serta risiko banjir dan longsor, terutama di daerah perbukitan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan air dan menjaga sanitasi lingkungan,” ujarnya pada Sabtu (28/9/2024).
Siswato juga menekankan pentingnya memeriksa kembali konstruksi bangunan, terutama rumah dengan atap seng, untuk menghindari dampak bencana akibat hembusan angin kencang.
Ia menyarankan agar warga melakukan gotong royong di lingkungan untuk meminimalisir risiko banjir dan memangkas ranting pohon yang terlalu rindang agar tidak roboh saat ada sambaran petir atau puting beliung.
Ia menjelaskan bahwa ada peluang 50% untuk curah hujan menengah di sebagian besar wilayah Sumsel, dengan intensitas hujan antara 50-150 mm.
Namun, beberapa daerah seperti Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ulu (OKU) Timur, dan Lahat bagian barat laut diprediksi mengalami curah hujan lebih tinggi, sekitar 60%.
Sesuai dengan data terkini, wilayah Sumsel sudah mengalami hujan di beberapa kabupaten/kota, terutama pada tanggal 26 hingga 28 September 2024, dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana yang mungkin timbul saat musim penghujan,” tambah Siswato.
Dalam rangka antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Sumsel diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah mitigasi bencana, seperti banjir dan longsor.
“Koordinasi antarsektor dalam pencegahan dan pengurangan dampak bencana harus dilakukan secara efektif dan terpadu,” kata Plh Kalaksa BPBD Sumsel, Aksoni.
Kesiapsiagaan semua personel, peralatan, dan logistik untuk penanggulangan bencana juga sangat penting.
“Semua sumber daya harus siap untuk merespons situasi darurat yang mungkin terjadi,” tegas Aksoni.
Berdasarkan data, wilayah Sumsel tidak terpantau memiliki potensi banjir tinggi pada Oktober-November nanti, namun beberapa daerah tetap perlu diwaspadai.[AYK]

