RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat saat puncak musim kemarau 2026. Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah satu unit helikopter water bombing untuk mendukung operasi pemadaman dari udara.
Dengan tambahan tersebut, kini Sumsel memiliki lima unit helikopter water bombing yang siap diterjunkan ke lokasi kebakaran. Selain itu, terdapat dua armada patroli udara yang digunakan untuk memantau titik panas dan mendeteksi potensi karhutla sejak dini.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan helikopter jenis MI8AMT/RA-22747 itu tiba di Sumsel pada Jumat (19/6/2026) sebagai bagian dari dukungan BNPB dalam memperkuat kapasitas penanganan bencana daerah.
“Total saat ini ada tujuh armada udara yang disiagakan untuk penanganan karhutla, terdiri dari lima helikopter water bombing dan dua unit patroli udara,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Sudirman, keberadaan armada udara menjadi salah satu kunci penting dalam mempercepat respons pemadaman, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan gambut atau wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Helikopter water bombing akan digunakan untuk menjatuhkan air langsung ke titik api, sedangkan armada patroli udara bertugas melakukan pemantauan hotspot serta memberikan informasi awal kepada tim penanganan di lapangan.
“Tambahan armada ini membuat kemampuan respons kita semakin kuat. Pemadaman dari udara sangat efektif untuk mengendalikan kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau personel darat,” katanya.
Penambahan helikopter tersebut merupakan bagian dari usulan yang sebelumnya diajukan BPBD Sumsel kepada BNPB untuk menghadapi musim kemarau tahun ini. Dari empat unit helikopter water bombing yang diusulkan, pengirimannya dilakukan secara bertahap.
BPBD Sumsel juga terus memantau perkembangan jumlah titik panas yang mulai terdeteksi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca yang diprediksi lebih kering dibandingkan tahun 2023 membuat kewaspadaan terhadap karhutla perlu ditingkatkan sejak dini.[THQ]

