RELUNG.ID – Video permintaan maaf Ketua Umum LSM Gerhana, Inuar Ependi, viral di media sosial setelah insiden pembacokan satpam SMKN 9 Kabupaten Tangerang yang dilakukan oleh anggotanya.
Dalam video tersebut, Inuar mengungkapkan penyesalannya dan mengakui bahwa tindakan brutal itu terjadi di luar kendalinya.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (17/3) di halaman sekolah SMKN 9 Kabupaten Tangerang, tepatnya di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Solear, diduga dipicu oleh permintaan tunjangan hari raya (THR) yang tidak direspons pihak sekolah. Kedatangan anggota LSM Gerhana awalnya untuk membahas surat permohonan THR, namun situasi memanas hingga berujung aksi kekerasan.
Dua satpam menjadi korban dalam insiden ini, salah satunya bernama Karyo, yang mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam. Kejadian ini kemudian memicu reaksi keras dari kelompok pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), yang melakukan aksi balas dendam dengan merusak rumah yang diduga sebagai markas LSM Gerhana. Hal ini dipicu oleh fakta bahwa salah satu satpam yang menjadi korban merupakan anggota PSHT.
Dalam video yang beredar, Inuar Ependi meminta maaf kepada korban, pihak sekolah, serta anggota PSHT di seluruh Indonesia. Ia mengaku bertanggung jawab atas tindakan anggotanya yang tidak mengikuti standar operasional prosedur (SOP) organisasi.
“Saya Ketua Umum LSM Gerhana Indonesia mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada korban, Bapak Karyo, RT 04, dan teman-teman PSHT seluruh Indonesia. Saya selaku ketua umum mohon maaf karena mereka (anggota LSM) menjalankan tugas tidak sesuai SOP,” ujar Inuar dalam video tersebut.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa kejadian ini berada di luar kendalinya dan berjanji akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyelesaikan permasalahan ini.
“Intinya saya sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya. Ini terjadi di luar jangkauan saya. Saya bertanggung jawab dan akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya serta Polres Tangerang. Saya tidak ada di lokasi saat kejadian,”tegasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menangani kasus ini, sementara ketegangan antara kedua kelompok diharapkan dapat mereda seiring dengan adanya permintaan maaf dari pihak LSM Gerhana.[THQ]

