RELUNG.ID – Badan Pengusahaan (BP) Batam menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam dalam pengembangan pemasaran komoditas unggulan, khususnya kopi, serta sektor pertanian dan pariwisata.
Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, didampingi Sekretaris Daerah Zaily Oktosab Fitri Abidin, dengan Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, beserta rombongan, Senin (6/7/2026).
Dalam pertemuan itu, Denny Tondano mengatakan kunjungannya bertujuan untuk melihat potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan antara BP Batam dan Pemkot Pagar Alam. Menurutnya, Pagar Alam memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, terutama sebagai salah satu daerah penghasil kopi berkualitas di Sumatera Selatan.

“Kota Pagar Alam merupakan salah satu daerah penghasil kopi berkualitas di Sumatera Selatan, selain memiliki komoditas pertanian lainnya yang potensial. Karena itu kami datang untuk menjajaki peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Pemerintah Kota Pagar Alam,” ujar Denny.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses pemasaran komoditas unggulan Pagar Alam, meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan perkebunan, serta memperkuat promosi sektor pariwisata.
Menurutnya, komoditas seperti kopi dan sayuran memiliki peluang besar untuk dipasarkan lebih luas, baik di pasar nasional maupun internasional melalui sinergi antarlembaga.
“Banyak peluang ekonomi yang dapat dikembangkan bersama, terutama dalam memperluas akses pasar sehingga produk kopi Pagar Alam memiliki kesempatan lebih besar untuk menembus pasar nasional maupun internasional,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, menyambut baik inisiatif BP Batam tersebut. Ia mengatakan, produksi kopi petani di Kota Pagar Alam saat ini mencapai hampir 30 ribu ton per tahun, sehingga diperlukan dukungan pemasaran yang lebih luas agar memberikan nilai tambah bagi para petani.
Menurut Ludi, BP Batam memiliki jaringan dan akses yang luas, termasuk ke pasar luar negeri, sehingga kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Potensi kerja sama ini menjadi peluang yang sangat baik untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi hasil pertanian, khususnya kopi. Kami berharap produk unggulan Pagar Alam dapat semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar regional maupun internasional,” ujar Ludi.
Selain sektor pertanian dan perkebunan, kedua pihak juga membahas potensi pengembangan sektor pariwisata. Keindahan alam dan destinasi wisata yang dimiliki Kota Pagar Alam dinilai memiliki prospek besar untuk dipromosikan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara melalui kolaborasi yang lebih erat. (ADV/TFK)

