RELUNG.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem dengan melakukan langkah-langkah mitigasi bencana.
Kepala BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi bencana hidrometeorologi di Sumsel menyusul peringatan dari BMKG tentang potensi cuaca ekstrem.
“Beberapa wilayah di Sumsel dianggap rentan terhadap bencana seperti banjir, longsor, dan puting beliung, ” kata dia, Selasa (5/3).
Untuk mengatasi dan mencegah dampak bencana, BPBD Sumsel telah menyiapkan personel, peralatan, dan logistik di kabupaten/kota yang rawan bencana.
“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati menghadapi cuaca ekstrem yang semakin meningkat, ” kata dia.
Menurut Iqbal, wilayah rawan bencana hidrometeorologi di Sumsel terbagi menjadi dua, yaitu dataran tinggi dan rendah. Wilayah-wilayah tersebut antara lain OKU Raya, Palembang, Mura, Muratara, Banyuasin, dan Ogan Ilir.
“BPBD Sumsel telah memetakan wilayah-wilayah rawan bencana dan telah menyiapkan bantuan peralatan yang akan segera dikirimkan ke wilayah-wilayah tersebut, ” kata dia.
Iqbal menegaskan bahwa BPBD Sumsel sebagai koordinator telah melengkapi peralatan dan menyiapkan bantuan logistik untuk mengantisipasi potensi kejadian bencana alam. Bantuan tersebut akan segera diberikan kepada kabupaten/kota yang masuk dalam daftar wilayah rawan bencana di Sumsel.
“Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi potensi bencana dengan lebih siap dan tanggap, ” kata dia. [RG]

