Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan candi tertua di Jawa Tengah yang berlokasi di Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Candi tersebut diperkirakan lebih tua dibandingkan Candi Borobudur maupun Candi Dieng.
Ketua Tim Arkeologi BRIN, Agusti Janto Indrajaya mengatakan candi ini pertama kali ditemukan pada 2019. Dimana, berdasarkan hasil pengecekan karbon yang dilakukan di Prancis, candi ini diperkirakan berasal dari sekitar tahun 630 masehi atau ketujuh.
“Struktur utama dari batubata dan ukuran candi diperkirakan 16 meter x 16 meter dengan kedalaman tanah kurang dari satu meter,” katanya, Jumat (28/10).
Saat penemuan, tim tengah meneliti di Kawasan sekitar situs Balekambang yang sudah ditemukan sebelumnya. Situs Balekambang diketahui berasal dari Abad 9. Ternyata, tidak jauh dari situs itu ada struktur candi lebih tua yang ditemukan.
Awalnya temuan struktur hanya sebagian. Namun, pembukaan lahan untuk kawasan Industri Terpadu Batang (KIT) menyingkap temuan yang lebih luas. Struktur bangunan yang lebih luas ditemukan dan saat ini lokasi sudah ditutup.
Agus memperkirakan candi itu berasal dari zaman sebelum Mataram Kuno. Berdasarkan catatan sejarah, sudah ada kerajaan sebelum Mataram kuno.
“Mereka sudah berinteraksi dengan Cina. Ada catatan dari Cina yang menyebut adanya kerajaan Honling (di catatan Cina), atau Kerajaan Kalingga,” ujarnya.
Saat ini pihaknya belum mengetahui jenis candi tersebut, apakah candi Budha atau Hindu. Namun, struktur candi itu mirip candi Batujaya di Kawarang yang merupakan candi Budha.

