RELUNG.ID– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperluas langkah strategisnya di sektor keuangan syariah. Setelah resmi mengakuisisi 100 persen saham PT Bank Victoria Syariah (BVIS), BTN membuka peluang bagi organisasi masyarakat (ormas) Islam untuk menjadi pemegang saham di entitas syariah yang akan dibentuk melalui rencana spin-off BTN Syariah.
Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, mengungkapkan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperkuat permodalan dan memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.
“Kalau tidak ada masalah, kita berencana meng-invite salah satu organisasi Islam yang cukup besar di Indonesia untuk memiliki saham,” kata Nixon kepada wartawan di JI-Expo Kemayoran, Senin (20/1).
Meski belum menyebutkan secara spesifik ormas yang dimaksud, Nixon menyinggung dua ormas besar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, sebagai kemungkinan mitra karena jaringan luas keduanya di kalangan umat Islam.
BTN sebelumnya menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA) dengan para pemegang saham BVIS pada 15 Januari 2025. Akuisisi ini melibatkan pembelian 100 persen saham BVIS, dengan nominal mencapai Rp 1,06 triliun yang didanai sepenuhnya dari sumber internal BTN.
BVIS sebelumnya dimiliki oleh tiga pemegang saham utama, yakni PT Victoria Investama Tbk (80,18 persen), PT Bank Victoria International Tbk (19,80 persen), dan Balai Harta Peninggalan Jakarta (0,0016 persen). Dengan akuisisi ini, BTN menjadi pemilik penuh BVIS dan siap melakukan integrasi untuk membentuk bank umum syariah (BUS) baru.
Nixon menjelaskan bahwa BTN Syariah akan dipisahkan dari Unit Usaha Syariah (UUS) BTN dan digabungkan ke dalam BVIS, menciptakan entitas syariah yang lebih kuat dan kompetitif. Langkah ini sejalan dengan upaya BTN untuk mendukung pengembangan sektor perbankan syariah, khususnya dalam layanan keuangan berbasis sektor perumahan.
“Aksi korporasi ini mendukung pengembangan BTN Syariah agar dapat bersaing secara efektif dengan memberikan proposisi layanan yang komprehensif. Ini adalah langkah strategis untuk menjawab kebutuhan nasabah dan mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia,” tegas Nixon.
BTN akan mengumumkan susunan dewan direksi dan komisaris untuk entitas baru ini pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Maret 2025.
Dengan integrasi ini, BTN berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah, dan mendorong pertumbuhan sektor perbankan syariah di Indonesia. [TRA]

