Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026

Tak Ada Penerbangan ke Palembang, Percuma Status Bandara Internasional

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Bukan Hanya Hotspot, 68,7 Hektare Lahan di OKI Masih Terbakar
Regional

Bukan Hanya Hotspot, 68,7 Hektare Lahan di OKI Masih Terbakar

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda27/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Manggala Agni saat berjibaku memadamkan api di Pangkalan Lampam, Sugihan, OKI. Foto : Manggala Agni
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Hujan yang sempat mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) belum mampu mengakhiri ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 1.505 titik panas atau hotspot masih terdeteksi di wilayah Sumsel berdasarkan data Sipongi per Minggu (27/9/2026) pukul 05.00 WIB.

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan sebaran hotspot tertinggi. Dalam 24 jam terakhir, tercatat 1.014 titik panas dengan 74 kejadian karhutla.

Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla di OKI menjadi perhatian utama karena sebagian besar lokasi kebakaran berada di kawasan gambut. Karakteristik lahan tersebut membuat api sulit dipadamkan dan berpotensi kembali muncul meski sebelumnya telah dilakukan pemadaman.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan kondisi karhutla di sejumlah wilayah masih fluktuatif. Asap juga masih terdeteksi dan dirasakan masyarakat, terutama di Kota Palembang.

“Secara umum kondisi kejadian karhutla di Sumsel bersifat fluktuatif dan asap terdeteksi serta dirasakan di beberapa wilayah, terutama di Kota Palembang,” ujar Sudirman, Minggu (27/9/2026).

Menurut Sudirman, penanganan paling intensif saat ini dilakukan di sejumlah wilayah OKI. Rendahnya jarak pandang menjadi salah satu kendala dalam operasi pemadaman melalui udara.

Helikopter water bombing tidak dapat bekerja maksimal ketika jarak pandang rendah. Di sisi lain, petugas pemadam di darat juga menghadapi keterbatasan sumber air dan sulitnya akses menuju lokasi kebakaran.

“Rendahnya jarak pandang di wilayah OKI menghambat proses pemadaman menggunakan helikopter water bombing. Selain itu, ketersediaan sumber air yang terbatas dan akses menuju lokasi kebakaran yang sulit menghambat petugas pemadaman darat dalam melaksanakan pemadaman,” katanya.

Sejumlah lokasi yang menjadi fokus penanganan antara lain Kecamatan Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Pampangan, Tanjung Lubuk, Pedamaran Timur, Air Sugihan, Cengal, dan Sungai Menang.

“Satgas gabungan dikerahkan untuk mencegah api meluas sekaligus menekan dampak asap yang menyelimuti sejumlah wilayah,”kata dia.

BPBD Sumsel mencatat total luas lahan yang terbakar dalam penanganan tersebut mencapai sekitar 290,26 hektare. Dari luasan itu, masih terdapat sekitar 68,7 hektare lahan yang belum berhasil dipadamkan.

Upaya penanganan dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari patroli darat dan udara, pemadaman langsung, water bombing, operasi modifikasi cuaca (OMC), pemantauan hotspot hingga sosialisasi pencegahan karhutla.

“Namun, kondisi atmosfer turut menjadi tantangan. Pelaksanaan OMC belum dapat dilanjutkan karena ketersediaan awan konvektif yang potensial untuk penyemaian masih minim,”kata dia.

Di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, jarak pandang pada pukul 05.30 WIB tercatat hanya sekitar 900 meter dengan kondisi berasap.

Dampak karhutla juga terlihat dari kualitas udara. Data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel pada Minggu (27/9/2026) pukul 06.00 WIB menunjukkan kualitas udara Palembang berada pada kategori berbahaya atau level hitam.

Konsentrasi PM10 tercatat mencapai 342, sedangkan PM2,5 berada di angka 345.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), meski berada satu tingkat di bawah Palembang. Wilayah tersebut masuk kategori sangat tidak sehat atau level merah, dengan PM10 sebesar 159 dan PM2,5 mencapai 219.[THQ]

BPBD Karhutla OKI Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePerdana di Sumsel, Polri Kerahkan 3 Drone Padamkan Karhutla 7 Hektare di Ogan Ilir
Next Article Dari Senjang IKA Muba, Ada Pesan Herman Deru Wapres dan Cik Ujang Gubernur
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20263 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Regional

Tak Ada Penerbangan ke Palembang, Percuma Status Bandara Internasional

10/10/20267 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,844 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,719 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,690 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?