RELUNG.ID-Tradisi Senjang mendadak menjadi perhatian dalam pengukuhan kepengurusan Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKA Muba) periode 2026-2030 di Griya Agung Palembang, Minggu (27/9/2026).
Kesenian khas Muba itu tak sekadar menjadi hiburan. Lewat pantun berbalas, terselip pesan dukungan dan doa yang ditujukan kepada Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang.
Dalam penampilan tersebut, Herman Deru mendapat pantun yang mengaitkan kiprahnya dengan wacana politik di tingkat nasional untuk maju sebagai Calon Wakil Presiden di Pemilu 2029.
“Kami warga Muba bakal menjadi pendukung terdepan dalam Pemilu 2029 mendatang,” demikan bunyi petikan pantun tersebut.
Sementara Cik Ujang mendapat pantun berisi doa agar dapat melanjutkan kiprahnya sebagai Gubernur Sumsel pada periode mendatang. “Pak Cik Ujang kami doakan jadi Gubernur Sumsel di pilkada medatang,” ungkapnya.
Pesan yang disampaikan melalui Senjang itu langsung disambut tepuk tangan para tamu dan keluarga besar Muba yang hadir.
Meski membawa pesan politik, penampilan tersebut belum dapat dimaknai sebagai deklarasi atau pencalonan resmi untuk kontestasi politik mendatang.
Ketua Umum IKA Muba periode 2026-2030, Dr H Apriyadi Mahmud, mengatakan perhatian terhadap Herman Deru hingga tingkat nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumsel.
“Ini sebuah kehormatan bagi kami. Masyarakat Muba bisa berkumpul di tempat ini dan bersilaturahmi bersama pemerintah provinsi,” kata Apriyadi.
Menurutnya, IKA Muba tidak boleh berhenti sebagai wadah silaturahmi. Organisasi tersebut harus mampu memberikan manfaat, menyampaikan aspirasi dan ikut berkontribusi terhadap masyarakat.
“Kami ingin IKA Muba ini bukan hanya tempat berkumpul. Tetapi bagaimana organisasi ini bisa memberikan manfaat, bisa menyampaikan aspirasi dan ikut berkontribusi terhadap masyarakat,” ujarnya.
Pengurus IKA Muba periode 2026-2030 resmi dikukuhkan dalam kegiatan tersebut. Apriyadi dipercaya sebagai Ketua Umum.
Pengukuhan dihadiri Herman Deru, Cik Ujang, Bupati Muba HM Toha Tohet, sejumlah kepala daerah, tokoh masyarakat serta keluarga besar Muba.
Apriyadi juga menyampaikan apresiasi kepada Herman Deru yang telah memfasilitasi pelaksanaan pengukuhan sekaligus silaturahmi keluarga besar Muba di Griya Agung.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru menyoroti peran organisasi masyarakat dalam menjaga identitas dan budaya daerah di tengah perubahan zaman.
“Organisasi inilah yang menjadi pagar budaya. Karena perkembangan zaman kalau tidak dijaga, bisa hilang,” kata Herman Deru.
Ia menilai penggunaan bahasa daerah menjadi salah satu identitas yang perlu terus dipertahankan masyarakat Muba, termasuk mereka yang tinggal di luar daerah.
“Saya senang orang Muba ini di mana pun berada masih menggunakan bahasa Muba. Ini salah satu yang harus dipertahankan,” ujarnya.
Tak hanya soal budaya, Herman Deru juga mendorong IKA Muba membangun kemandirian organisasi. Ia mengingatkan agar kegiatan organisasi tidak terus bergantung pada pengajuan proposal.
“Agar tidak menjadi organisasi proposal, harus ada income organisasi. Ini salah satu ide kreatif dan harus menjadi pelopor dengan menjadi organisasi yang mandiri,” tegasnya.
Menurut Herman Deru, organisasi kemasyarakatan juga memiliki posisi penting sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah. [DSK]

