RELUNG.ID — Arus mudik Lebaran 2026 di Sumatera Selatan menghadirkan konsep unik. Ratusan masjid kini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi “rest area” alternatif bagi para pemudik yang melintas.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel mencatat sebanyak 458 masjid dan tujuh rumah ibadah lintas agama telah disiapkan sebagai titik singgah yang aman dan nyaman.
Kakanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, mengatakan konsep “masjid ramah pemudik” ini dirancang untuk memberikan layanan lebih dari sekadar tempat beristirahat.
“Masjid menjadi oase bagi pemudik. Tidak hanya untuk ibadah, tapi juga sebagai pusat informasi, tempat istirahat, hingga layanan kesehatan gratis,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Ratusan titik tersebut tersebar di jalur utama lintas Sumatera Selatan. Namun, ada lima masjid yang ditetapkan sebagai titik prioritas pelayanan karena berada di jalur dengan intensitas pemudik tinggi.
Kelima masjid itu yakni Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, Masjid Sabilul Muttaqin, Masjid Nur Rohman, Masjid Agung Assalam, serta Masjid Agung Islamic Center Baturaja.
Di setiap titik layanan, pemudik akan menemukan penanda berupa banner lengkap dengan nomor kontak petugas yang siaga 24 jam. Informasi ini bisa dimanfaatkan untuk mengetahui kondisi jalur, bantuan darurat, hingga akses layanan kesehatan.
Tak hanya itu, Kemenag juga menggandeng aparat keamanan dari TNI dan Polri untuk memastikan keamanan di sekitar lokasi, termasuk menjaga kendaraan dan barang bawaan pemudik saat beristirahat.
Menariknya, layanan ini juga inklusif. Selain masjid, tujuh rumah ibadah dari berbagai agama turut dilibatkan sebagai tempat singgah, menunjukkan semangat toleransi dalam pelayanan mudik.
Meski hanya lima titik menjadi prioritas utama, Syafitri menegaskan seluruh masjid yang terlibat wajib memberikan pelayanan standar yang sama.
“Semua harus siap melayani, karena pemudik bisa singgah di mana saja di sepanjang jalur,” katanya.[THQ]

