RELUNG.ID — Kabar gembira datang untuk petani di Desa Karang Anyar, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Perum Bulog memastikan siap membeli Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga Rp6.500 per kilogram, sesuai dengan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas gabah demi kesejahteraan petani. Dalam kunjungan kerjanya di Banyuasin, Selasa (11/3/2025), ia mengajak petani menerapkan budidaya yang baik untuk hasil panen yang maksimal.
“Kami ingin mensosialisasikan pentingnya kualitas gabah. Jika produksi baik, hasilnya bisa dibeli Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram. Dengan harga ini, harapannya petani bisa makin sejahtera,” ujar Prihasto.
Prihasto juga mengingatkan agar petani menjaga kualitas gabah dan menghindari praktik curang seperti merendam gabah demi menambah berat.
“Jangan sampai ada yang melakukan itu, karena justru akan merugikan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Untuk mendukung kemudahan penyerapan gabah di wilayah perairan seperti Banyuasin, Bulog menyediakan layanan penjemputan langsung menggunakan kapal tongkang.
“Petani cukup menghubungi Bulog setelah panen dan meletakkan gabah di pinggir sungai. Nanti kami yang akan datang mengambil dengan harga Rp6.500 per kilogram,” jelas Prihasto.
Meski ada tantangan seperti pasang surut sungai dan cuaca buruk, ia optimistis masalah tersebut bisa diatasi demi mendukung kesejahteraan petani.
“Kadang karena hujan, kapasitas angkut berkurang. Tapi ini bukan kendala besar, yang terpenting adalah petani tetap sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel, Heriswan, melaporkan bahwa hingga saat ini Bulog telah menyerap 26 ribu ton beras dari Kabupaten Banyuasin.
“Dari target 160 ribu ton setara beras, kami sudah menyerap 22 ribu ton gabah dan 16 ribu ton beras. Total setara beras mencapai 26 ribu ton,” beber Heriswan.
Setelah panen di Banyuasin selesai, Bulog berencana melanjutkan penyerapan ke wilayah lain di Sumsel dan Bangka Belitung, seperti OKU Timur dan Lubuk Linggau.
Kebijakan pembelian gabah dengan harga tinggi ini disambut gembira oleh petani setempat. Tanum, salah satu petani di Desa Karang Anyar, mengaku sangat senang karena harga gabah naik signifikan dari sebelumnya Rp4.800 yang biasa dijual ke tengkulak.
“Bukan hanya suka, kami sangat senang. Terima kasih kepada Presiden dan Bulog yang sudah datang ke sini dan memberikan arahan,” ujar Tanum penuh syukur.
Dengan harga pembelian yang lebih baik dan dukungan logistik dari Bulog, petani Banyuasin optimistis masa panen kali ini membawa berkah yang lebih besar.[THQ]

