RELUNG.ID – Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk menyerap gabah dan beras petani lokal sesuai arahan pemerintah. Penyerapan ini akan dimulai dari daerah-daerah yang lebih dahulu memasuki masa panen.
Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto, mengungkapkan bahwa Bulog telah mempersiapkan sejumlah strategi untuk mendukung penyerapan hasil panen. Langkah-langkah tersebut mencakup optimalisasi infrastruktur, seperti Sentra Pengolahan Padi dan Sentra Pengolahan Beras di berbagai wilayah, serta koordinasi intensif dengan Dinas Pertanian.
“Monitoring dan koordinasi dilakukan sambil menunggu keputusan penyesuaian Harga Pokok Penjualan (HPP) yang akan ditetapkan dalam Rakortas pada 15 Januari 2025,” ujar Mokhamad Suyamto.
Bulog menargetkan penyerapan gabah sebesar 3 juta ton pada 2025. Untuk mencapai target tersebut, Bulog membentuk Tim Jemput Gabah yang bertugas mengoptimalkan penyerapan secara masif dan sesuai spesifikasi yang ditetapkan.
Tim lapangan Bulog menggunakan data prakiraan panen dari KSA BPS serta data luas realisasi tanam dari Dinas Pertanian untuk menentukan titik-titik pembelian gabah. Penyerapan dilakukan melalui fasilitas pengolahan milik Bulog maupun kerja sama dengan mitra penggilingan.
Menanggapi kabar penurunan harga gabah di Sumatera Selatan, Bulog bersama Dinas Pertanian dan Gapoktan setempat telah melakukan pengecekan langsung. Mokhamad Suyamto memastikan bahwa Bulog akan melakukan penyerapan di titik-titik panen sesuai peraturan pemerintah.
“Kami tetap berkomitmen menjalankan penyerapan dengan mematuhi regulasi yang berlaku, demi mendukung kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas pangan nasional,” jelasnya.
Melalui langkah strategis dan koordinasi yang intensif, Bulog berharap dapat mendukung keberlanjutan sektor pertanian serta menjaga stabilitas harga gabah dan beras di tingkat petani maupun konsumen.[TRA]

