RELUNG.ID — Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik Wilayah Sumatra Bagian Selatan dan Bangka Belitung (Perum Bulog Sumsel Babel) mencatat penerimaan sebanyak 14 ribu ton beras impor hingga Februari 2024.
Assistant Manager Sekretaris Umum Bulog Sumsel, Kurniawan Len Mantazaka, menyampaikan bahwa total impor yang diterima hingga Februari mencapai 14.065.400 kilogram.
Bulog Sumsel Babel memastikan bahwa stok beras akan mencukupi hingga tiga bulan ke depan, termasuk untuk persiapan menyambut Ramadan 2024.
“Saat ini Bulog Sumsel sedang menyalurkan beras Stabilitas Pasokan Harga Pasar (SPHP) penugasan Operasi Pasar (OP), dan Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama Pemerintah Daerah,” katanya, Selasa (27/2).
Penyaluran bantuan beras dari Bulog untuk Palembang telah mencapai 3.000 ton dari total ketersediaan. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat dan menekan kenaikan harga beras.
Harga beras di pasar tradisional dan toko ritel Palembang masih mengalami fluktuasi, dengan harga tertinggi untuk beras premium mencapai Rp78 ribu dan harga beras Bulog Rp59 ribu.
Sementara harga terendah eceran tertinggi untuk SPHP masih diangka Rp54.500.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Sumsel Babel, Elis Nurhayati, menjelaskan bahwa Bulog bersama pemerintah daerah terus berupaya mengendalikan kondisi kelangkaan beras dan kenaikan harga.
Sebanyak 300 ribu warga Palembang akan menerima bantuan pangan berupa beras 10 kilogram dari program pemerintah pusat yang disalurkan oleh Bulog Sumsel.

