RELUNG.ID — Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni, menyatakan bahwa kenaikan harga beras tidak berdampak signifikan terhadap angka kemiskinan ekstrem di provinsi tersebut.
“Angka kemiskinan ekstrem di Sumsel malah mengalami penurunan dari 3,19 persen pada tahun 2022 menjadi 1,29 pada tahun 2023,” kata dia, Selasa (27/2).
Agus Fatoni menjelaskan bahwa upaya mengatasinya dilakukan melalui gerakan pasar murah. Ini memungkinkan masyarakat tetap membeli bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
Setiap harinya, di Sumatera Selatan, terdapat toko Kepo dan pasar-pasar yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari harga pasaran.
“Dengan adanya pasar murah, toko Kepo, dan subsidi di pasar, harga bahan pokok tetap terjaga meskipun harga di pasar umum naik,” ujar Agus Fatoni.
Ketegasan pemerintah daerah dalam menyediakan akses ke bahan pokok dengan harga terjangkau diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga beras dan menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. [RG]

