RELUNG.ID — Suasana meriah menyelimuti pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang dalam perhelatan Malam Budaya Swarna Songket Nusantara. Tepuk tangan riuh menggema saat Bupati Musi Banyuasin (Muba), HM Toha, bersama sang istri, Hj Patimah, yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Muba, melangkah percaya diri di atas catwalk.
Pasangan ini tampil anggun mengenakan busana bermotif Gambo Muba, batik khas ramah lingkungan yang menjadi ikon kerajinan unggulan dari daerah mereka. HM Toha melengkapi penampilannya dengan tanjak Gambo, sedangkan Hj Patimah tampil menawan dengan selendang songket bermotif serupa.
Bak peragawan dan peragawati profesional, keduanya berjalan santai, melambaikan tangan kepada tamu undangan dan penonton yang memadati area acara. Kehadiran mereka pun mencuri perhatian, termasuk dari Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka, yang mengaku terpukau melihat keindahan motif Gambo Muba yang ditampilkan.
“Saya merasa bangga bisa mengenalkan langsung Gambo Muba kepada Ibu Ketua Umum Dekranas. Ini kesempatan luar biasa,” ungkap Hj Patimah usai tampil di catwalk.
Menurutnya, ajang budaya seperti ini menjadi sarana strategis untuk memperluas pengenalan produk-produk lokal, khususnya Gambo Muba, yang selama ini dikenal ramah lingkungan dan kaya nilai tradisi.
“Harapannya, Gambo Muba makin dikenal masyarakat luas dan bisa menjadi produk unggulan yang mendunia,” tambahnya.
Bupati HM Toha pun menyampaikan apresiasinya terhadap gelaran Swarna Songket Nusantara. Ia menilai, acara semacam ini perlu terus digalakkan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap warisan budaya dan UMKM lokal.
“Kita memiliki warisan budaya yang luar biasa, dari kain tradisional hingga kerajinan tangan. Pemerintah daerah wajib hadir untuk mendukung penuh agar potensi lokal bisa menembus pasar global,” ujar Toha.
Sementara itu, Selvi Ananda Gibran yang hadir secara langsung dalam acara tersebut, turut memberikan pujian terhadap kualitas dan estetika songket khas Sumatera Selatan. Ia menyebut bahwa sentuhan budaya lokal harus terus dijaga dan dikembangkan, terutama dalam menghadapi persaingan global.
“Potensi Sumsel sangat besar. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa rutin digelar dan diperluas cakupannya,” kata Selvi. Ia juga mendorong para pengrajin untuk terus berinovasi agar kerajinan tradisional tidak kalah bersaing di tengah arus modernisasi.[THQ]

