RELUNG.ID- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, meminta agar dilakukan investigasi menyeluruh terkait insiden keracunan massal yang menimpa 173 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (5/5/2025).
Dari jumlah tersebut, sembilan siswa masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi hingga Selasa (6/5/2025), sementara sisanya telah diperbolehkan pulang dalam kondisi membaik.
“Sembilan pasien masih menjalani perawatan inap untuk keperluan observasi lebih lanjut. Sementara sisanya telah dipulangkan dalam kondisi sehat tanpa keluhan,” kata Asgianto dalam konferensi pers di PALI.
Asgianto menegaskan, kejadian ini merupakan musibah yang sangat disesalkan, mengingat program MBG merupakan inisiatif nasional yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan gizi anak-anak di sekolah.
“Ini adalah kejadian yang sangat kami sesalkan. Namun dari setiap peristiwa selalu ada pelajaran. Ke depan, pengawasan harus diperketat, baik oleh pihak katering maupun jajaran pemerintah daerah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten PALI, kata Asgianto, sudah menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk melakukan investigasi mendalam guna memastikan penyebab keracunan.
“Kita tidak ingin mencari kambing hitam. Namun, tanggung jawab tetap harus ditegakkan. Jika terbukti ada kesalahan dalam pengelolaan, maka akan ada konsekuensinya. Ini juga menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pelaksanaan program ke depan,” tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati PALI Iwan Tuaji menyebutkan bahwa menu makanan MBG yang dibagikan kepada siswa antara lain nasi putih, tumis jagung siam, tempe goreng, dan ikan tongkol suwir. Beberapa saat setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah siswa mengeluh mual dan muntah-muntah hingga harus dilarikan ke RSUD Talang Ubi.
“Kalau indikasi keracunan iya, tapi hasil lab-nya belum keluar,” kata Iwan.[YKP]

