RELUNG.ID – CEO Triv, Gabriel Rey kini menjadi sorotan warganet usai mobil Lamborghini Revuelto warna kuning ringsek menabrak Suzuki Ignis di Tol Jombang, Jumat lalu (2/5).
Pria asal Surabaya tahun 1990 ini ternyata sempat berjualan selotip meskipun berasal dari keluarga yang berada.
Dikutip dari akun X pribadinya, Gabriel menceritakan jika dia merintis usahannya dengan berjualan seloptip ketika sekolah.
“Ortu saya ngasih uang saku sangat sedikit dan disuruh belajar cari duit sendiri dari SMA Kelas 1,” tulisnya.
Karena itu, dia pun mencari tambahan dengan menjual selotip ke pabrik kardus dan jasa pengemasan barang dengan tempo pembayaran hingga 60 hari.
Beruntung, usaha yang dirintisnya tersebut tanpa modal karena distributor selotip memberikan tempo pembayaran mengingat distribustor tersebut kenal dengan orang tuanya.
“Yes i know it’s privilege. Like i said bisnis tanpa modal dan koneksi is very hard,” terangnya.
Dari bisnisnya tersebut, dia mengaku mendapatkan keuntungan yang lumayan besar untuk anak seusianya.
“Bisnis ini berlangsung 1 tahun+ dan lumayan buat modal pacaran sama jajan anak SMA ,” terangnya.
Setelah itu, dia pun mendirikan Veiris, perusahaan teknologi yang menggabungkan blockhain dan verifikasi wajah. Karena kegigihannya dalam membangun usaha, Gabriel Rey memiliki harta yang cukup berlimpah di usia muda.
Tak heran, dia menjadi satu-satunya orang di Indonesia yang memiliki Lamborghini Revuelto.
Dia pun mengaku untuk membuka pintu rezekinya, dia dan keluarganya tidak lupa untuk berbagi sedekah kepada orang yang tidak mampu.
“Kantor gue tuh tau, keluarga gue punya yayasan, tiap minggu bagi sembako, minyak, dan lainnya untuk janda-janda, bukan janda muda ya, janda yang tua-tua yang ditinggal suaminya. Jadi janda umur 50-60 yang ditinggal suaminya itu kasihan loh, mereka sampai gak bisa makan,” tambahnya.
“Kadang orang gak tau di Indonesia masih ada orang yang gak bisa makan. Itu tiap minggu yayasan kita support ke mereka, dan itu gue lakukan sejak awal gue bekerja, waktu nett income gue masih Rp10 juta sampai sekarang,” lanjutnya.
Dia pun mengingatkan kepada setiap orang jangan tunggu kaya apabila ingin beramal. Karena menurutnya, kebanyakan orang menunggu kaya baru mau berbagi. Sehingga mereka pun sulit untuk kaya.
“Kalau gue kaya, gue pasti mau berbagi’, padahal hukum alam gak gitu,” tutupnya. (vid)

