RELUNG.ID – Produsen otomotif asal Tiongkok, BYD, kembali memperluas lini kendaraan listriknya dengan menghadirkan Qin Max, sedan listrik segmen B yang menyasar konsumen muda.
Model anyar ini menawarkan desain modern, pilihan sistem penggerak listrik maupun plug-in hybrid (PHEV), serta dibekali teknologi pengisian daya super cepat.
Qin Max sebelumnya muncul dalam dokumen regulasi pemerintah Tiongkok pada Desember 2025. Kini, BYD memastikan model tersebut segera diluncurkan secara resmi ke pasar.
Manajer Umum Divisi Penjualan Jaringan Dynasty BYD, Lu Tian, mengatakan Qin Max akan diposisikan di atas Qin L dalam jajaran produk perusahaan.
Dengan dimensi yang sedikit lebih besar dan fitur yang lebih canggih, sedan ini diharapkan menjadi pilihan baru bagi konsumen yang menginginkan kendaraan listrik dengan teknologi terkini.
Dari sisi ukuran, Qin Max memiliki panjang 4.866 mm, lebar 1.880 mm, tinggi 1.495 mm, serta jarak sumbu roda 2.820 mm.
Dibandingkan Qin L, model baru ini memiliki bodi 33 mm lebih panjang dan wheelbase 30 mm lebih panjang, sehingga menawarkan ruang kabin yang lebih lega.
Secara desain, Qin Max mengusung bahasa desain terbaru BYD. Bagian depan tampil dengan gril tertutup khas mobil listrik, dipadukan lampu utama berdesain tajam dan saluran udara di bumper depan yang berfungsi meningkatkan aerodinamika serta membantu pendinginan.
Sementara bagian belakang dibekali lampu LED memanjang yang menjadi ciri khas desain terbaru BYD.
BYD juga menawarkan dua pilihan sistem penggerak pada Qin Max. Varian plug-in hybrid mengombinasikan mesin bensin 1,5 liter naturally aspirated bertenaga 74 kW dengan motor listrik berkekuatan 175 kW atau sekitar 235 tenaga kuda.
Sistem ini menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang dikenal memiliki daya tahan tinggi.
Sementara itu, varian listrik murni tersedia dalam dua pilihan motor. Model standar dibekali motor listrik berkekuatan 120 kW atau sekitar 161 tenaga kuda, sedangkan varian tertinggi menggunakan motor 240 kW atau setara 322 tenaga kuda.
Untuk mendukung performanya, BYD menyediakan dua pilihan kapasitas baterai. Baterai berkapasitas 52,9 kWh diklaim mampu menempuh jarak hingga 530 kilometer berdasarkan standar CLTC. Sedangkan baterai 64,4 kWh menawarkan jarak tempuh hingga 630 kilometer.
Salah satu keunggulan utama Qin Max adalah teknologi pengisian dayanya. Sedan ini menggunakan baterai Blade generasi kedua yang dipadukan dengan teknologi flash charging terbaru milik BYD.
Berdasarkan data pengujian internal pada kendaraan BYD dengan teknologi serupa, sistem tersebut mampu mengisi daya baterai dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit.
Jika proses pengisian dilanjutkan hingga sembilan menit, kapasitas baterai disebut dapat meningkat dari 10 persen menjadi 97 persen.
BYD juga mengklaim teknologi baterai terbarunya tetap mampu mempertahankan performa pengisian cepat di suhu ekstrem.
Pada kondisi minus 30 derajat Celsius, proses pengisian hanya membutuhkan tambahan waktu sekitar tiga menit dibandingkan kondisi normal. (LWM)

