RELUNG.ID – Dewan direksi Stellantis, perusahaan otomotif yang menaungi merek-merek seperti Jeep, FIAT, Peugeot, Dodge, dan Maserati, secara resmi mengumumkan pengunduran diri Carlos Tavares sebagai CEO.
Langkah ini menandai berakhirnya kepemimpinan Tavares, yang sebelumnya dikenal sebagai arsitek utama di balik penggabungan PSA Peugeot-Citroen dan FCA Fiat Chrysler pada 2021.
Selain itu juga, dia yang membentuk Stellantis sebagai produsen mobil terbesar keempat di dunia.
Hingga CEO baru ditunjuk, perusahaan akan membentuk Komite Eksekutif Sementara yang dipimpin oleh John Elkann, presiden direksi Stellantis dan perwakilan keluarga Agnelli, pemegang saham terbesar perusahaan.
Dewan direksi menyatakan bahwa CEO baru akan diumumkan pada paruh pertama tahun 2025, dengan proses seleksi yang diawasi oleh Komite Khusus dewan.
Selama masa jabatannya, Tavares dikenal dengan strategi pemotongan biaya yang agresif, mendorong transisi Stellantis ke kendaraan listrik (EV), dan hubungan yang tegang dengan pemerintah, terutama Italia.
Meskipun sukses menciptakan efisiensi operasional dan memperkuat posisi perusahaan di pasar global, pendekatan Tavares ini diduga memicu ketegangan baik dengan dewan direksi maupun para pekerja.
Langkah mundur Tavares membuka babak baru bagi Stellantis, yang kini dihadapkan pada tantangan mempertahankan posisinya di industri otomotif sambil beradaptasi dengan transisi energi global. (AAL)

