RELUNG.ID – Musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung cukup lama memicu kekhawatiran meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kabut asap di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bupati Muratara, Devi Suhartoni, memberikan saran unik kepada warga agar bersedia menginap atau tidur di kebun demi menjaga lahan pertanian mereka dari ancaman api.
Imbauan tersebut disampaikan Bupati Devi Suhartoni melalui akun Facebook pribadinya. Ia mengingatkan bahwa intensitas hujan yang masih minim dan belum merata berpotensi memicu timbulnya kebakaran.
“Saya menghimbau untuk semua terutama talang dan kebun dijaga agar tidak terjadi kebakaran, kasihan ketika kebun lagi berumur setahun dua tahun terbakar dimana ini tempat harapan untuk hidup lebih baik, maka saran tidur ditalang bae dan dijago… semoga kebun kebun masyarakat kecil dan semua tidak terjadi kebakaran,” tulis Devi Suhartoni di akun Facebook miliknya, Minggu (18/10/2026).
Ia merasa prihatin jika tanaman milik masyarakat kecil yang baru bertumbuh harus hangus terbakar, padahal kebun tersebut menjadi tumpuan harapan ekonomi keluarga.
Oleh karena itu, langkah bersiaga dan menginap langsung di talang atau area perkebunan dinilai penting agar tanda-tanda munculnya api bisa segera diantisipasi.
Dia juga menegaskan, pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, tim BPBD, hingga Satpol PP telah berjibaku di lapangan selama dua bulan terakhir untuk mencegah timbulnya titik api. Namun, peran aktif dan rasa empati dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan.
“Dan bagi siapapun mati kita sama sama menjaga dan tidak melakukan tindakan sengaja maupun kelalaian yang memicu kebakaran,” tambahnya.
Selain masalah karhutla, Devi Suhartoni juga menyentuh isu kelestarian lingkungan lainnya. Ia mengimbau warga untuk menghentikan aktivitas menyetrum dan meracuni (nuba) ikan di sungai.
Aktivitas tersebut dapat merusak populasi ikan yang siap bertelur menyambut musim hujan, sehingga berdampak buruk bagi ketersediaan sumber daya alam untuk generasi mendatang.
“Hanya dengan kebersamaan, kepedulian, dan rasa empati sesama warga, wilayah Muratara dapat terhindar dari bencana kebakaran dan kerusakan lingkungan,” pungkasnya. (KPB)

