Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Cegah Keracunan, Ahli DKPP Sumsel Tekankan Sertifikasi NKV di Program Makan Bergizi Gratis
Regional

Cegah Keracunan, Ahli DKPP Sumsel Tekankan Sertifikasi NKV di Program Makan Bergizi Gratis

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda20/09/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Menu MBG yang diterima oleh murid SD Negeri 25 Palembang, Kamis (6/3/2025). (Relung/YKP)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kasus keracunan yang menimpa sejumlah peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi alarm serius bagi pemerintah. Program yang dirancang untuk memperkuat gizi anak sekolah ini dinilai mulia, namun harus dibarengi pengawasan ketat agar aman dikonsumsi siswa.

Pejabat Otoritas Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Jafrizal, menegaskan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan MBG. Menurutnya, keracunan umumnya dipicu oleh higienitas dapur yang kurang terjaga, sanitasi peralatan, pemakaian air dan bahan yang tidak sesuai standar, serta distribusi makanan yang terlalu lama.

“Program MBG tidak boleh abai pada aspek paling dasar, yaitu keamanan pangan. Faktor higiene, sanitasi, hingga rantai distribusi sangat menentukan,” ujar Jafrizal, Sabtu (20/9/2025).

Ia menambahkan, bahan pangan hewani seperti daging, telur, dan susu sebaiknya hanya diambil dari tempat yang memiliki Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Sertifikasi tersebut, jelasnya, menjadi jaminan mutu sekaligus memastikan produk aman dari kontaminasi bakteri.

“Makanan yang disajikan untuk siswa harus bersumber dari bahan bersertifikat. Produk asal hewan wajib berasal dari tempat dengan Sertifikat NKV sebagai jaminan keamanan dan higienitas,” lanjutnya.

Jafrizal menyoroti pola pengolahan makanan di dapur MBG yang sering dimasak sejak pagi namun baru dikonsumsi siang hingga sore tanpa pengendalian suhu. Hal ini berisiko besar menimbulkan kontaminasi, apalagi dengan jumlah siswa yang banyak sehingga proses distribusi kerap dilakukan terburu-buru.

“Makanan matang idealnya langsung dimakan. Bila lebih dari dua jam, suhu harus dijaga tetap panas di atas 60 derajat Celsius atau dingin di bawah 5 derajat Celsius,” katanya.

Untuk meminimalisasi risiko, ia merekomendasikan pembentukan tim keamanan pangan yang melibatkan Auditor NKV dan Pengawas Kesmavet. Tim tersebut berperan mengawasi dapur, memeriksa penyimpanan bahan, menguji sampel makanan, hingga memastikan kebersihan peralatan.

Tak hanya itu, pemanfaatan teknologi juga dianggap penting. Misalnya, penggunaan thermo-safe, label waktu masak dan konsumsi, serta sistem digital untuk memantau suhu penyimpanan.

“Keracunan pada program MBG bukan sekadar persoalan dapur, tapi masalah sistem keamanan pangan yang perlu dibangun serius. Solusi meliputi sertifikasi NKV, pengaturan distribusi, penggunaan teknologi, hingga penerapan HACCP secara ketat,” ungkapnya.

Jafrizal menekankan, dengan sistem yang baik, MBG bisa menjadi program unggulan yang aman dan berkelanjutan. Evaluasi penerima manfaat pun perlu dilakukan secara rutin agar tujuan utama peningkatan gizi tercapai secara adil dan tepat sasaran.

“MBG jangan dipandang sekadar agenda makan bersama, melainkan investasi kesehatan generasi muda Indonesia,” tegasnya.[THQ]

Makan Bergizi Gratis MBG OKI Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAston Martin Rilis Kereta Dorong Bayi Mewah Seharga Rp49 Juta, Terinspirasi Supercar
Next Article Bea Cukai Palembang Gagalkan Peredaran 4,4 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp6,1 Miliar
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,876 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,747 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,722 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?