RELUNG.ID – Pemerintah Kota Palembang menegaskan komitmennya untuk memastikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berjalan tanpa penyimpangan. Program yang sudah digulirkan sejak Januari 2025 ini mendapat pengawasan ketat melalui tim gabungan yang rutin turun ke lapangan.
Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, menyatakan pengawasan dilakukan secara disiplin dan berlapis, melibatkan berbagai pihak, termasuk partisipasi masyarakat.
“Jika ada indikasi penyimpangan, masyarakat bisa melaporkannya ke aparat kelurahan, kecamatan, atau kepolisian terdekat,” tegas Prima, Jumat (22/8/2025).
Menurutnya, tim pengawas MBG terdiri dari unsur Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, Badan Gizi Nasional, dan instansi terkait lainnya. Mereka bertugas memantau pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah, mencatat temuan, serta menangani keluhan siswa.
“Sejauh ini kendala yang muncul hanyalah keterlambatan pengantaran paket makanan,” jelas Prima.
Data Dinas Pendidikan Kota Palembang per Juli 2025 mencatat, program MBG sudah diterapkan di 222 sekolah negeri dari total target seluruh kecamatan. Namun, sebagian sekolah masih menunggu realisasi karena dapur penyedia MBG sedang dalam tahap finalisasi.
Kepala Dinas Pendidikan Palembang, Adrianus Amri, memastikan semua sekolah akan terlayani sebelum akhir tahun.
“Saat ini sudah ada 18 dapur umum MBG beroperasi di 11 kecamatan. Targetnya, dapur tambahan segera rampung agar distribusi bisa merata,” ujarnya.[THQ]

