RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) terus berupaya untuk mencegah terjadinya pernikahan dini serta kekerasan terhadap anak.
Pasalnya, hingga saat ini persoalan tersebut masih kerap terjadi di wilayah Muba.
Demikian diakui oleh Pj Ketua TP PKK Muba, Asna Aini Apriyadi, Senin (7/8).
Baca Juga: Tips Atasi 3 Medan Berat Offroad dengan Motor Trail
Dia mengatakan, salah satu faktor terjadinya pernikahan usia dini dikarenakan masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang bahayanya pernikahan jika dilakukan terlalu dini.
“Oleh sebab itu, diadakannya sosialisasi ini untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada anak-anak tentang pencegahan perkawinan anak dan kekerasan
terhadap anak,” katanya.
Menurutnya, tugas dalam pencegahan pernikahan dini dan kekerasan anak ini juga merupakan tugas bersama, bukan hanya kalangan ibu-ibu tetapi juga kalangan bapak.
Baca Juga: FAKTA ONE PIECE : Luffy Lebih Spesial dari Buah Iblisnya
“Untuk itu, dengan adanya keharmonisan dalam keluarga, akan meminimalisasi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dan pernikahannya,” tutupnya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Muba, Safaruddin mengatakan, upaya pencegahan pernikahan usia dini dan KDRT menjadi tugas bersama dan konsen Pemkab Muba untuk terus meminimalisirnya.
“Pernikahan anak usia dini banyak memberikan dampak yang tidak baik terutama bagi kesehatan. Apalagi kalau anak perempuan itu akan mengandung, ini akan sangat berisiko bagi kesehatan ibu dan janin,” pungkasnya.

