Pertumbuhan ekonomi yang belum membaik mengharuskan Suwendi (52) warga Purwokerto Jawa Tengah mengadu nasib di kabupaten Muara Enim untuk mendagangkan kursi dan bale-bale berbahan bambu hitam yang dikirim dari daerahnya.
Kursi bambu ini bisa jadi alternatif pilihan untuk menciptakan nuansa alami di pekarangan atau teras rumah, kesan tradisional, klasik namun elegan terlihat dari warna dan bentuk kursi yang didagangkan Suwendi.
Diakuinya, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) turut berpengaruh terhadap harga kursi, meja dan bale-bale yang didagangkannya.
Kurang lebih sudah 2 minggu Suwendi bersama kawan-kawannya berkeliling dari kelurahan ke kelurahan mendagangkan kursi bambu di Muara Enim.
Suwendi menuturkan, kursi, meja dan bale-bale panjang ini dikirim langsung dan sudah jadi dari tanah kelahirannya Purwokerto “Pengiriman pertama beberapa waktu lalu, kami terima sekitar 200 paket kursi dan meja bambu,” katanya, Rabu (21/9).
Dalam mendagangkan paket kursi bambu ini, dirinya mengaku tidak sendirian, tapi bersama lima kawan lainnya yang sehari-hari melakukan aktifitas mendagangkan kursi yang sama dengannya.
“Kalau dari jawa, kursi-kursi ini belum dipernis, jadi kami mernis sendiri di sini, dikhawatirkan kalau dipernis dari sana pernisna rusak dan lecet,” jelasnya.
Untuk satu paketnya, dua kursi kecil, satu kursi panjang dan satu buah meja harganya Rp1,5 juta, kalau bale-bale ini dijual seharga Rp300 ribu “biasanya sehari kalau sedang laris bisa laku 2 paket, belum lagi kawan yang lain,” katanya.
Kenaikan BBM diakui Suwendi turut berpengaruh terhadap harga jual kursi, apalagi barangnya dikirim dari jauh, belum lagi kalau ada yang pesan harus diantar pakai kendaraan.
Salah satu pelanggan, Andi (40) mengatakan, dirinya tertarik untuk membeli kursi berbahan bambu hitam ini karena terlihat minimalis dan senang dengan karakter warnanya.
selain itu, kata dia, meski memiliki kekuatan dan daya tahan baik, perabot dengan material bambu harganya lebih terjangkau, kalau dibanding dengan bahan lainnya tentu bahan bambu ini lebih ekonomis.
“Senang saja liat warnanya, enak lah bisa diletakkan diteras untuk santai-santai di pagi dan sore hari, lagi pula harganya tidak membuat kantong jebol,” pungkasnya.

