RELUNG.ID – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB) mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam mengelola pemakaian listrik agar tagihan bulanan tetap terkendali.
Salah satu solusi yang disarankan adalah memanfaatkan fitur-fitur dalam aplikasi PLN Mobile, seperti Riwayat Penggunaan dan Swacam.
General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menjelaskan bahwa PLN terus berkomitmen memberikan pelayanan yang transparan kepada pelanggan. Menurutnya, lonjakan tagihan listrik sering kali berkaitan langsung dengan pola konsumsi listrik yang meningkat.
“Peningkatan jumlah tagihan listrik tentunya dapat terjadi terkait dengan konsumsi listrik yang bertambah, terutama pada penggunaan alat elektronik seperti AC, pemanas air, oven, atau peralatan rumah tangga lainnya. Kami pastikan juga bahwa tarif listrik tidak mengalami kenaikan di periode Januari hingga Maret 2025,” ujar Adhi.
Aplikasi PLN Mobile dinilai dapat membantu pelanggan untuk lebih bijak dalam menggunakan listrik. Dengan fitur Riwayat Penggunaan, pelanggan dapat langsung melihat jumlah pemakaian dan besaran tagihan listrik. Sementara fitur Swacam memungkinkan pelanggan mencatat sendiri angka kWh meter secara berkala, sekaligus mengetahui estimasi tagihan sebelum akhir bulan.
“Fitur Swacam ini sangat bermanfaat agar pelanggan bisa memantau pemakaian listrik bulan berjalan secara real-time, sehingga tidak kaget saat menerima tagihan. Kami ingin pelanggan menjadi lebih bijak dan nyaman dalam menggunakan listrik,” tambahnya.
Selain memanfaatkan aplikasi, masyarakat juga disarankan melakukan langkah-langkah penghematan sederhana, seperti mematikan peralatan listrik saat tidak digunakan dan menggunakan peralatan elektronik yang berlabel hemat energi.
Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat mengunduh aplikasi PLN Mobile melalui Google Play Store atau App Store, serta menghubungi layanan pelanggan PLN melalui aplikasi maupun Contact Center PLN 123. (CKM)

