RELUNG.ID – Pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Jalan Kolonel Atmo, Sabtu malam (18/4), berdampak langsung pada peningkatan mobilitas warga di pusat Kota Palembang. Mengantisipasi lonjakan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) memperpanjang jam operasional LRT Sumsel.
Tak sekadar memperpanjang waktu layanan hingga pukul 00.16 WIB, operator juga menambah jumlah perjalanan dari 94 menjadi 98 trip. Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus penumpang di tengah penutupan ruas Jalan Kolonel Atmo selama CFN, yang berlangsung pukul 17.30 hingga 22.30 WIB.
Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyebut kebijakan ini sebagai respons cepat terhadap perubahan pola pergerakan masyarakat saat agenda akhir pekan digelar di pusat kota.
“CFN membuat kawasan pusat kota menjadi magnet aktivitas. LRT kami siapkan sebagai tulang punggung transportasi agar mobilitas tetap lancar tanpa bergantung pada kendaraan pribadi,” ujarnya.
Sejumlah perjalanan tambahan dioperasikan pada malam hari, termasuk lintas DJKA–Bandara, Bandara–DJKA, hingga Asrama Haji–DJKA. Penambahan ini difokuskan pada jam-jam puncak kepulangan warga usai menikmati suasana CFN.
Stasiun Cinde dan Ampera menjadi titik krusial pergerakan penumpang karena lokasinya yang paling dekat dengan pusat kegiatan, termasuk Bundaran Air Mancur (BAM) yang dipadati pengunjung.
KAI menilai momentum CFN menjadi ujian sekaligus peluang untuk memperkuat peran LRT sebagai moda transportasi utama di Palembang. Dengan akses yang langsung ke jantung kota, LRT dinilai mampu menekan kemacetan yang kerap terjadi saat kegiatan massal digelar.
Selain itu, peningkatan layanan ini juga diharapkan berdampak pada perputaran ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM yang memanfaatkan keramaian CFN.
“Kami ingin LRT tidak hanya jadi alat transportasi, tapi juga bagian dari ekosistem kota yang mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,” kata Aida. (KPB)

