RELUNG.ID – Citroën resmi mengumumkan kebangkitan kembali mobil legendaris 2CV dalam versi kendaraan listrik sepenuhnya.
Setelah berhenti diproduksi selama 36 tahun, mobil ikonik asal Prancis itu dijadwalkan tampil perdana pada ajang Paris Motor Show 2026 pada Oktober mendatang.
Kembalinya Citroën 2CV menjadi bagian dari strategi besar grup otomotif Stellantis dalam memperluas lini kendaraan listrik murah di pasar Eropa.
Model 2CV original diproduksi antara 1949 hingga 1990 dan sukses terjual lebih dari lima juta unit di seluruh dunia. Mobil tersebut dikenal luas karena desainnya yang sederhana, ringan, irit, dan memiliki harga terjangkau.
Kini, Citroën mencoba membawa kembali semangat kendaraan klasik tersebut dalam format modern berbasis tenaga listrik.
Teaser resmi yang dirilis perusahaan memperlihatkan desain retro khas 2CV yang tetap dipertahankan, mulai dari siluet bodi hingga karakter visual ikoniknya.
Namun di balik tampilannya yang klasik, mobil ini akan menggunakan teknologi powertrain listrik modern.
Citroën disebut membidik harga mulai sekitar 15 ribu euro atau setara Rp260 jutaan untuk varian entry-level. Jika target itu tercapai, 2CV listrik akan menjadi salah satu mobil listrik termurah di pasar Eropa.
Posisi model ini nantinya berada di bawah Citroën ë-C3 dalam jajaran kendaraan listrik Citroën.
Secara dimensi, 2CV listrik akan hadir dalam ukuran sangat kompak agar cocok digunakan di kawasan perkotaan yang padat. Ukurannya disebut lebih kecil dibanding ë-C3 yang memiliki panjang sekitar 4.015 mm.
Produksi mobil ini dijadwalkan dimulai pada 2028 di fasilitas manufaktur Citroën di Italia. Jalur produksi tersebut juga akan digunakan bersama model generasi terbaru Fiat Panda yang sama-sama mengusung platform kendaraan murah.
Selain mengejar pasar kendaraan listrik terjangkau, kehadiran 2CV juga memberikan keuntungan regulasi bagi Stellantis di Eropa.
Melalui program “E-Car”, Uni Eropa memberikan insentif khusus bagi produsen yang menjual kendaraan listrik kecil dan ringan dalam kategori tertentu.
Kendaraan seperti 2CV akan mendapat nilai kepatuhan emisi lebih tinggi sehingga membantu Stellantis memenuhi target emisi karbon armada mereka.
Manajemen Citroën menegaskan pengembangan 2CV baru tetap berpegang pada filosofi model klasiknya, yakni desain ringan, kabin praktis, fungsional untuk penggunaan harian, serta memiliki identitas unik.
Perusahaan berharap konsep sederhana dan mudah digunakan itu dapat menarik konsumen yang mulai merasa kendaraan listrik modern terlalu rumit dan dipenuhi teknologi berlebihan.
Kebangkitan kembali 2CV juga mengikuti tren industri otomotif Eropa yang mulai menghidupkan kembali model-model legendaris dalam versi listrik.
Sebelumnya, Renault telah memperkenalkan versi elektrifikasi dari Renault 4 dan Renault 5, termasuk menghidupkan kembali Renault Twingo sebagai mobil listrik murah. (LWM)

