RELUNG.ID – Fiersa Besari akhirnya buka suara setelah sempat dikabarkan hilang kontak usai dua pendaki Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti menjadi korban cuaca buruk di Carstensz Pyramid.
Dalam unggahannya, Fiersa Besari memberi kabar jika kondisi mereka bersama tim stabil dan baru tiba kembali di Timika, Papua Tengah, Senin (3/3).
Pada unggahannya tersebut, pertama dia ingin memberikan ucapan belasungkawa yang terdalam.
Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga bu lilie dan bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi Nya,” tulisnya.
Dia juga ingin meminta maaf karena baru memberikan kabar prihal situasi Corstensz Pyramid (puncak tertinggi Indonesia dengan nama lain puncak jaya).
Dia mengaku sempat terjebak di basecamp Yellow Valley (YV) dan syok serta berduka atas tragedi yang terjadi.
“Setelah tertahan di YV terkait cuaca buruk yang bedampak pada lalu lintas helikopter (satu-satunya akses resmi ke YV untuk saat ini adalah helikopter), kondisi kami alhamdulilah stabil,” katanya.
Fiersa juga mengungkap jika dia dengan Bu Lilie dan Bu Elsa berbeda tim. Dia beranggotakan tiga orang. Sedangkan, Bu Lilie dan Bu Elsa terdiri dari empat orang.
“Jadi kami berbeda tour operator, dan kami ditemani para guide,” katanya.
Menurut Fiersa, yang mungkin tidak diketahui pendaki lainnya, Carstensz Pyramid ini berbeda dengan gunung di Indonesia pada umumnya.
Medan tinggi curam dengan ketinggian 600-ab meter, mewajibkan kita untuk lancar menggunakan alat-alat tali untuk naik dan turun sebagai safety procedure.
“Saat cuaca buruk, kita memang tidak boleh diam terlalu lama, sebab rentan terkena hipotermia,” katanya.
Rangkaian tragedi yang menimpa Bu Lilie dan Bu Elsa ini juga dialami tiga korban lainnya yang pada saat itu masih terjebak di area tebing pada Kamis (28/2).
Hingga akhirnya orang-orang yang berada di YV ini mencoba mengontak agar ketiga korban lainnya tetap merespon.
“Akhirnya mereka dijemput oleh para relawan baik lokal maupun internasional pada 1 Maret 2025, dan ketiganya selama meski sempat kritis,” ujarnya.
Dia pun mengucapkan terima kasih banyak atas perhatiannya, dia juga berharap agar setiap orang dapat menahan jempol untuk mengeluarkan asumsi, teori, apalagi komentar nirempatio.
Pakai energi untuk berdoa, beri ruang untuk keluarga dan kerabat yang berpulang untuk berdua.
“Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis Fiersa dalam keterangannya.
Disisi lain, saat ini dua jenazah pendaki Cartenz Pyramid yakni Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti, akan dipulangkan ke Jakarta pada Senin 3 Maret 2025. Kedua jenazah itu sendiri sudah dievakuasi dari lembah Gunung Cartenz.
“Jenazah sudah berada di RSUD Timika sedang dimandikan. Rencananya hari ini diberangkatkan menggunakan maskapai Lion Air pukul 10.45 WIT,” kata Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario, Senin (3/3).
Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti meninggal dunia setelah diduga mengalami hipotermia di Gunung Cartenz.
Korban juga sempat mengalami acute mountain sickness (AMS) atau kondisi yang terjadi saat pendaki berada atau bermalam di ketinggian tertentu. (LWM)

