RELUNG.ID – Cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi di akhir tahun hingga awal tahun 2026 mendatang kini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI).
Pemkab OKI pun kini telah menetapkan status siaga darurat banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.
“Curah hujan dengan intensitas tinggi kemungkinan belum sampai puncaknya. Jika itu terjadi, potensi banjir di wilayah OKI akan mengalami peningkatan. Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPBD OKI) Listiadi Martin, Kamis (11/12/2025).
BPBD OKI mencatat, hampir seluruh kawasan yang tidak terdampak karhutla, rata-rata memiliki potensi banjir. Terutama wilayah dengan dataran rendah, seperti di wilayah Pantai Timur, Kecamatan Air Sugihan, Jejawi, Cengal, Tulung Selapan, Sungai Menang dan Mesuji Raya.
“Bahkan wilayah pesisir Pantai Timur pun berpotensi banjir. Selain itu Kayuagung dan Pedamaran juga bisa berpotensi jika intensitas hujan tinggi seperti kemarin,” ujar Listiadi.
Menurut pantauan BPBD OKI, saat ini Kecamatan Lempuing merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir akibat cuaca ektrem ini.
Bahkan Listiadi mengatakan, terdapat 9 desa yang paling terdampak banjir di Kecamatan Lempuing. Namun yang paling dominan terdampak banjir lahan persawahan warga.
“Lahan persawahan yang terdampak banjir sudah terakumulasi mencapai ribuan hektar. Bahkan banjir merambah ke pemukiman warga,” ungkapnya.
Salah satu desa yang terdampak banjir ke pemukiman, yakni Desa Tugu Mulyo. Hingga kemarin tercatat sebanyak 30 kepala keluarga terdampak banjir.
“Ketinggian banjir mencapai 20-30Cm, namun itu sudah mengganggu aktivitas warga sekitar,” kata Listiadi.
Menyikapi hal itu, Pemkab OKI terus melakukan monitoring pada wilayah yang berpotensi banjir. Selain itu, Bupati OKI juga telah menyiapkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir.
“Bupati juga telah mengeluarkan edaran dan imbauan agar seluruh unsur kewilayahan untuk bersama-sama siaga,” pungkasnya. (HWJ)

