“Setiap akhir pekan, pengunjung bisa mencapai 500 orang. Mereka datang untuk menikmati keindahan alam dan sejuknya air terjun Cughup Maung,” ujarnya sambil menyeruput kopi robusta asli desa tersebut.
Menuju Cughup Maung tidaklah sulit. Dari Kota Lahat, perjalanan sekitar 60 menit dengan kendaraan pribadi akan membawa wisatawan ke lokasi parkir yang sudah disediakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat.
Di sini, fasilitas seperti mushola, gazebo, dan kios pedagang sudah tersedia, memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.
Menurut Mario Andramatik, Ketua Panoramic of Lahat, rute terbaik untuk mencapai Cughup Maung adalah melalui Desa Tanjung Tebat-Lubuk Selo-Sumber Karya-Rindu Hati. Meskipun terdapat beberapa tikungan, tanjakan, dan turunan, kondisi jalan yang baik menjamin perjalanan yang aman dan menyenangkan.
Keindahan Cughup Maung bukan satu-satunya daya tarik Desa Rindu Hati. Di sekitarnya terdapat situs megalitik, kebun kopi, lada, dan durian yang melimpah.
Reno berharap pengelolaan potensi alam ini akan semakin baik di masa depan, memberikan kesejahteraan bagi masyarakat desa dan menambah pendapatan pemerintah daerah.
“Jika semua potensi ini dikelola dengan profesional, Desa Rindu Hati bisa menjadi desa terkaya di Kabupaten Lahat,” tambahnya dengan penuh harap.
Di tengah derasnya arus wisata alam di Indonesia, Cughup Maung tetap berdiri teguh sebagai destinasi yang menawarkan kesejukan, ketenangan, dan keindahan yang belum tersentuh oleh hiruk pikuk modernitas.
Bagi siapa pun yang ingin merasakan surga tersembunyi di Sumatra Selatan, Cughup Maung adalah tempat yang tak boleh dilewatkan. (DSK)

