RELUNG.ID – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Muara Enim pada Selasa (14/4/2026) dini hari menyebabkan banjir di sejumlah kawasan.
Ratusan rumah warga di Kelurahan Air Lintang dan Kelurahan Pasar II terdampak akibat luapan air.
Hujan deras mulai turun sekitar pukul 04.00 WIB hingga 09.00 WIB. Akibatnya, debit air Sungai Aur meningkat dan meluap ke permukiman warga, terutama yang berada di bantaran sungai.
Selain merendam rumah, banjir juga sempat memutus akses jalan di kawasan Pandawa Lima, Kelurahan Air Lintang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muara Enim, Abdurrozieq Putra, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 05.00 WIB.
“Curah hujan tinggi menyebabkan drainase tidak mampu menampung volume air, sehingga meluap ke jalan dan permukiman warga,” katanya.
Ketinggian air dilaporkan bervariasi, mulai dari 60 sentimeter hingga mencapai 1 meter di beberapa titik. Tim BPBD yang menerima laporan segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan penanganan.
Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, DPKP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta aparatur kelurahan turun langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet dan peralatan darurat lainnya. Selain itu, petugas juga membantu membersihkan rumah warga dari lumpur sisa banjir.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 450 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Pasar II dan 202 KK di Kelurahan Air Lintang terdampak banjir.
Setelah berlangsung selama kurang lebih 10 jam, kondisi air dilaporkan telah surut. Aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas kini kembali normal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi,” tutupnya. (LWM)

