RELUNG.ID — Sebuah video curhatan seorang sopir truk yang mengaku menjadi korban pemalakan oleh sekelompok preman bersenjata tajam di wilayah Pematang Panggang, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menjadi viral di media sosial.
Dalam video tersebut, pria tersebut, yang mengenakan baju merah dan duduk di atas truknya, mengekspresikan kekesalannya atas kejadian tersebut.
“Buat preman yang malak di Pematang semoga berkah ya duitku ya. Mikir kamu tuh ya jangan beraninya kamu orang tuh keroyokan, aku nih sendirian. Kamu mau membunuh aku nodong pakai pisau. Kalau kamu pengen duit kerja, jangan nodongin sopir. Abis duit aku dirampok kamu semua,” ungkap pria itu dalam video tersebut.
Pria itu menegaskan bahwa dirinya menjadi korban pemalakan saat berada di wilayah Pematang Panggang.
Ia menyatakan kekesalannya karena semua uang yang telah ia susah payah kumpulkan untuk modal menikahi pujaan hatinya telah dirampas oleh kawanan pemalak tersebut.
“Aku susah payah nyari duit itu kalau ingin tahu ya. Aku kumpul-kumpulin buat tambahan nikah, kamu rampas semuanya, anj***ng kamu tuh. Jangan kamu tuh beraninya keroyokan. Jangan beraninya di kandang kamu. Coba kamu hidup jadi sopir kamu bagaimana rasanya kamu, susah sopir nih kalau ingin tahu. Jangan kamu seenaknya ya,” katanya.
Dalam curhatannya, ia juga mempertanyakan kepada polisi apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang sopir dalam situasi kepepet seperti itu. Ia menggambarkan dilema yang dihadapinya, di mana jika ia menabrak pelaku, ia akan menjadi tersangka, tetapi jika tidak menabrak, nyawanya yang menjadi taruhan.
“Pak polisi, kenapa serba salah Pak, (jadi) sopir ini, mau ditumbur (ditabrak) nanti dia mati kita yang dipenjara. Nggak ditumbur, nyawa kita yang melayang Pak. Pisau yang sudah diacungin ke aku Pak, hampir mati Pak duit habis semua Pak dirampas dia sudah nggak ada sisa sama sekali Pak. Duit uang jalan, duit pribadi Pak, aku ngumpul-ngumpulin buat biaya tambahan nikah Pak, habis semua dirampas Pak, di Pematang itu Pak, tolonglah,” katanya.
Atas kejadian tersebut, sopir tersebut mengimbau kepada sesama rekan profesinya agar berhati-hati jika melintas di wilayah tersebut, sambil meneteskan air mata.
“Buat saudara-saudaraku hati-hati di Pematang itu. Nggak ada otak emang beraninya bareng-bareng, coba kalau berani sendirian. Kita orang mati-matian Pak siang malam mata ngantuk dipaksain, susah nyari duit. Enak dia orang tinggal nodong aja Pak, tolonglah Pak ditindaklanjut Pak, kami ini orang susah Pak, ” katanya seraya meneteskan air mata.
“Hampir aku tabrak tadi itu (para perampok) biar dia mati sekalian, tapi aku mikir ibu aku, Pak. Aku mikir takut masuk penjara, Pak. Serba salah sopir ini Pak, nggak ada benernya sopir ini. Ditabrak mati kita dipenjara, nggak ditabrak kita yang jadi korban ditujah sama preman-preman itu, Pak. Harus gimana sopir ini, Pak. Tolonglah Pak tindak lanjuti Pak,” sambungnya.
Kapolres OKI, AKBP Hendrawan Susanto, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut sedang ditangani oleh Polsek Mesuji Polres OKI dan Polsek Mesuji.
Kisah ini menyoroti tantangan dan risiko yang dihadapi oleh para sopir truk yang sering kali harus melintasi wilayah-wilayah berpotensi konflik dan kejahatan.[RG]

