RELUNG.ID– Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengusulkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) yang bersekolah di Jeddah, Arab Saudi. Jika mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto, program tersebut akan menjadi percontohan pertama MBG yang diterapkan di luar negeri.
Hal itu disampaikan Dadan saat melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Jeddah, Minggu (31/5/2026) waktu setempat. Menurutnya, penjajakan program tersebut dilakukan setelah menerima aspirasi dari para siswa yang ingin merasakan manfaat MBG seperti yang telah dijalankan di Indonesia.
“Jika disetujui oleh Presiden, ini akan menjadi percontohan pertama di luar negeri,” ujar Dadan saat ditemui di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Minggu malam.
Dadan mengungkapkan, anak-anak Indonesia yang tinggal di Arab Saudi mengikuti perkembangan program MBG di Tanah Air dan berharap dapat memperoleh manfaat yang sama. Menurutnya, sebagai warga negara Indonesia, mereka memiliki hak yang setara untuk mendapatkan program tersebut.
“Mereka sangat well informed dengan informasi yang ada di Indonesia terkait MBG. Mereka spontan ingin menikmati program yang dirasakan oleh teman-temannya di Indonesia,” katanya.
Dalam kunjungannya, Dadan meninjau langsung kondisi Sekolah Indonesia Jeddah yang saat ini menampung sekitar 1.080 siswa, sebagian besar merupakan anak-anak PMI. Selain itu, terdapat pula Sekolah Indonesia Makkah yang memiliki sekitar 400 siswa.
Meski kunjungan dilakukan saat masa libur sekolah, antusiasme siswa dan tenaga pendidik tetap tinggi. Dadan menyebut sekitar 100 siswa bersama 56 guru hadir untuk menyambut kedatangannya.
Hasil peninjauan tersebut akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan program MBG di luar negeri. Jika mendapat persetujuan, BGN akan mengkaji pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Indonesia Jeddah sebagai pusat pelaksanaan program.
“Kami datang untuk melihat dan kami akan laporkan ke Presiden apakah dimungkinkan kami membuat SPPG di Sekolah Indonesia Jeddah,” ujarnya.
Dadan menjelaskan, mekanisme pelaksanaan MBG di luar negeri pada prinsipnya tidak berbeda dengan yang diterapkan di Indonesia. Namun, pelaksanaannya memerlukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menurutnya, apabila program tersebut terealisasi, menu makanan yang disajikan akan menyesuaikan dengan ketersediaan bahan baku lokal di Arab Saudi. Selain itu, menu juga dapat dipadukan antara hidangan khas Indonesia dan makanan lokal Arab Saudi agar tetap memenuhi kebutuhan gizi para siswa.
“Disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku lokal,” kata Dadan.
Jika terealisasi, Sekolah Indonesia Jeddah akan menjadi sekolah pertama di luar negeri yang menikmati Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.[YKP]

