RELUNG.ID– Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya membeberkan sejumlah capaian yang diklaim sebagai hasil dari diplomasi Presiden Prabowo Subianto selama sekitar 1,5 tahun masa pemerintahannya. Mulai dari bergabungnya Indonesia ke kelompok BRICS hingga masuknya investasi senilai Rp2.430 triliun disebut menjadi bukti konkret manfaat kunjungan luar negeri Presiden.
Hal tersebut disampaikan Teddy saat menjelaskan alasan tingginya frekuensi kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo. Menurutnya, lawatan ke berbagai negara dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun hubungan strategis dengan para pemimpin dunia di tengah situasi global yang penuh tantangan.
“Presiden Prabowo adalah Presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis. Ada konflik di Ukraina, Venezuela, hingga ketegangan di kawasan Timur Tengah. Karena itu, setiap pemimpin harus membangun hubungan yang dekat dengan pemimpin dunia lainnya,” ujar Teddy dalam keterangan videonya, Senin (1/6/2026).
Teddy menegaskan, diplomasi tidak hanya dilakukan melalui pertemuan resmi yang disorot media, tetapi juga melalui komunikasi dan pendekatan yang berlangsung di balik layar. Menurutnya, hubungan yang kuat antarnegara menjadi modal penting ketika Indonesia menghadapi berbagai tantangan global.
Ia menepis anggapan bahwa kunjungan luar negeri Presiden hanya bersifat seremonial. Sebaliknya, Teddy menyebut berbagai hasil nyata telah dirasakan Indonesia dari aktivitas diplomasi tersebut.
Salah satu capaian yang disorot adalah bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS, kelompok ekonomi yang beranggotakan sejumlah negara berkembang besar dunia. Menurut Teddy, keanggotaan tersebut memberikan manfaat strategis bagi Indonesia, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Selain itu, Teddy juga menyinggung keberhasilan penyelesaian kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa yang menghasilkan tarif nol persen untuk sejumlah produk. Ia menyebut proses negosiasi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan berhasil mencapai titik terang pada masa pemerintahan Presiden Prabowo.
Di bidang investasi, Teddy mengungkapkan bahwa realisasi investasi yang masuk ke Indonesia selama 1,5 tahun terakhir mencapai sekitar Rp2.430 triliun berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Bahkan, kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan pada bulan lalu disebut menghasilkan komitmen investasi tambahan sekitar Rp575 triliun.
“Ini menunjukkan bahwa hubungan yang baik dengan negara-negara mitra mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian nasional,” katanya.
Tak hanya sektor ekonomi, Teddy juga mengklaim diplomasi Presiden Prabowo berkontribusi pada penguatan pertahanan nasional melalui kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan sejumlah negara Eropa lainnya.
Pada sektor keagamaan, ia menilai hubungan diplomatik yang erat dengan Arab Saudi turut mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia. Bahkan, Indonesia disebut menjadi satu-satunya negara yang mendapatkan peluang memiliki kawasan perkampungan haji di Arab Saudi.
Sementara itu, dalam isu kemanusiaan internasional, Teddy menyebut Indonesia aktif membantu rakyat Palestina melalui pengiriman bantuan logistik, kapal rumah sakit, hingga pemberian beasiswa bagi anak-anak Palestina untuk menempuh pendidikan di Indonesia.
Menurut Teddy, seluruh capaian tersebut merupakan hasil dari diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo melalui berbagai pendekatan, baik yang dilakukan secara terbuka maupun tertutup.
“Yang terpenting bagi kami adalah hasil konkret yang dirasakan Indonesia. Diplomasi bukan soal seremoni, tetapi bagaimana menghadirkan manfaat nyata bagi bangsa dan negara,” tegasnya.[YKP]

