Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Dalang Muda Penjaga Warisan: Perjuangan Wirawan Rusdi Menghidupkan Kembali Wayang Kulit Palembang
Lifestyle

Dalang Muda Penjaga Warisan: Perjuangan Wirawan Rusdi Menghidupkan Kembali Wayang Kulit Palembang

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda22/11/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Wirawan tampil dalam sebuah pertunjukan di Lawang Borotan, Palembang, Jumat siang (22/11/2025). (Dudi Oskandar)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Di tengah derasnya budaya populer modern, ada seorang anak muda Palembang yang memilih jalan berbeda: bertahan di panggung bayangan. Wirawan Rusdi, dalang generasi baru Sanggar Sri Wayang Kulit Palembang, kini menjadi salah satu penjaga terakhir seni pedalangan khas wong kito yang kian langka.

Pada Jumat siang (22/11/2025), Wirawan tampil di Lawang Borotan, Palembang. Namun pertunjukan itu lebih dari sekadar pagelaran seni. Ia juga menjadi pembicara diskusi kebudayaan bersama Kepala BPK Wilayah VI Kristanto Januardi dan Ketua Yayasan Lacak Budaya Sriwijaya Hasan, membedah masa depan wayang kulit Palembang yang selama ini nyaris tenggelam di tengah modernisasi.

Dalam paparannya, Wirawan mengajak publik menengok kembali akar sejarah wayang Palembang yang jarang diketahui. Ia menyebut kesenian itu dibawa rombongan bangsawan Demak pada masa awal Kerajaan Palembang. Dua tokoh penting, Pangeran Sidoing Lautan dan Kigede Ing Suro, menjadi penggerak utama penyebarannya.

“Dulu wayang hanya dipentaskan di lingkungan istana. Tapi akibat tekanan kolonial, para keluarga kesultanan menyebar keluar daerah, membawa serta tradisi pedalangan yang kemudian diwariskan secara pribadi,” terang Wirawan.

Sanggar Sri Wayang Kulit Palembang yang kini ia pimpin adalah salah satu saksi hidup perjalanan panjang itu. Berdiri sejak 1959, sanggar ini mewarisi koleksi wayang milik dalang legendaris Abdul Rahim. Meski banyak instrumen gamelan hilang, sejumlah alat musik klasik seperti peking, kendang, dan kenong tetap mereka jaga seperti pusaka.

Sanggar pernah pasang surut, tetapi tidak pernah benar-benar padam. Wirawan, yang memiliki aktivitas pekerjaan di luar dunia seni, tetap membuka ruang belajar di rumahnya di Jalan Buntung, Kelurahan 36 Ilir. “Silakan datang akhir pekan. Hubungi dulu supaya bisa saya sesuaikan,” ujarnya tersenyum.

Ketua Dewan Kesenian Palembang, M. Nasir, menilai upaya Wirawan sangat penting karena wayang kulit Palembang menyimpan identitas sejarah yang tak bisa digantikan. “Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi memori budaya Palembang yang harus tetap hidup,” ucapnya.

Ketua Yayasan Lacak Budaya Sriwijaya, Hasan, juga menilai keunikan wayang Palembang patut diangkat lebih luas. Selain bahasa dan gaya lakon, ia menyebut elemen khas seperti penggunaan tanjak dan posisi penonton yang berbeda dari pakem wayang Jawa sebagai ciri identitas yang kuat.

“Tugas kita membuat masyarakat merasa memiliki. Kalau kita bangga, kita akan bercerita, mengajak orang menonton, dan otomatis ikut melestarikan,” tegas Hasan.[DSK]

Dalang Palembang Wayang Kulit
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleCuranmor Lintas Palembang – Banyuasin Dibongkar: Duo Pelaku Sasar Rumah Sepi hingga Masjid, Satu Komplotan Masih Buron
Next Article Setahun Jembatan P6 Tak Kunjung Diperbaiki, DPRD Sumsel: Ini Bukan Lagi Soal Teknis, tapi Soal Harga Diri Daerah
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Regional

Pembina Pramuka di Palembang Ditangkap Usai Lecehkan 8 Siswa SMP

10/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,934 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,804 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,777 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?