RELUNG.ID – Pelayanan kesehatan terus digencarkan di tengah kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel.
Kali ini, Dinkes Palembang mendirikan posko kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Fenty Aprina mengatakan, pihaknya telah mendirikan tenda Posko Kesehatan di Perumahan Kartika Mataram, Kelurahan Talang Jambe, yang berada tidak jauh dari lokasi karhutla.
“Kami sudah mendirikan tenda Posko Kesehatan di Perumahan Kartika Mataram, Kelurahan Talang Jambe, di dekat lokasi karhutla semalam,” ujar Fenty, Senin (5/10/2026)
Posko tersebut beroperasi selama 24 jam dengan dukungan tenaga medis dari sejumlah puskesmas di wilayah Kecamatan Sukarami, yakni Puskesmas Talang Betutu, Talang Jambe, Sukarami, dan Sosial.
Pelayanan medis di posko tersebut dilakukan secara bergiliran dalam tiga shift untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan sepanjang waktu.
Fenty mengatakan, pendirian posko kesehatan akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan lokasi terjadinya karhutla dan kebutuhan masyarakat.
“Rencananya tenda posko akan didirikan lagi di spot yang dekat dengan karhutla,” katanya.
Selain posko kesehatan di lokasi yang berdekatan dengan karhutla, Dinas Kesehatan Kota Palembang juga mulai mengaktifkan posko kesehatan di 18 kecamatan. Posko tersebut beroperasi selama 24 jam sesuai arahan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Puskesmas di Kota Palembang juga tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menerapkan sistem piket untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan.
Enam puskesmas juga disiagakan untuk memberikan pelayanan 24 jam kepada warga yang mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yakni Puskesmas Pembina, Puskesmas Alang-Alang Lebar, Puskesmas Sukarame, Puskesmas Sei Selincah, Puskesmas Basuki Rahmat, dan Puskesmas Sematang Borang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, menggunakan masker saat berada di luar rumah, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gejala ISPA lainnya,” imbaunya. (DSK)

