RELUNG.ID – Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Banyuasin hingga kini belum terlaksana. Penundaan tersebut diduga disebabkan karena dana hibah dari pemerintah daerah untuk KONI Banyuasin belum cair.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Banyuasin, Yusuf, membenarkan bahwa kegiatan Musorkab belum bisa digelar karena terkendala pencairan dana hibah. Ia memastikan proses pencairan akan mulai dilakukan pada Rabu (14/5).
“Iya belum cair, sehingga ada keterlambatan pemilihan ketua KONI Banyuasin. Alhamdulillah, proses pencairan besok akan diproses dari Disporapar ke BPKAD,” ujar Yusuf, Selasa (13/5).
Ketua KONI Banyuasin, Herman Toni, mengakui penundaan Musorkab hanya disebabkan faktor pendanaan. Ia menegaskan tidak ada persoalan lain yang menghambat.
“Cuma karena pendanaan, menunggu dana hibah. Disporapar tidak ada uangnya,” katanya.
Terkait isu munculnya kandidat lain dalam pemilihan ketua KONI, Herman menegaskan bahwa semua pihak memiliki hak mencalonkan diri selama sesuai dengan AD/ART organisasi.
“Yang jelas KONI punya AD/ART yang tidak bisa dilewati,” ujarnya.
Sementara itu, Asmawi, pengusung calon ketua umum sekaligus pengurus Cabor Voli Banyuasin, menyebut pihaknya mendapatkan informasi dari panitia bahwa Musorkab bisa dilaksanakan setelah dana hibah cair. Ia berharap Musorkab tetap digelar pada Mei ini.
“Jika tidak dilaksanakan, akan diambil alih KONI Provinsi sebagai Carateker,” tegas Asmawi.
Ia juga mengungkapkan kekhawatiran karena hingga kini belum ada langkah dari KONI Banyuasin maupun Disporapar untuk mengundang cabang olahraga (cabor) dalam rapat persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), padahal tahap pendaftaran atlet ke KONI Sumsel telah dibuka.
“Cabor-cabor masih menaati aturan dan hasil tim penjaringan untuk melaksanakan Musorkab KONI. Tapi jika masih ada pihak yang memaksakan kandidat baru, apalagi berasal dari panitia, kami siap membawa persoalan ini ke PTUN,” pungkasnya. (RDK)

