Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Dari Foto Sekolah Gratis ke Liang Lahat: Warisan Alex Noerdin Hidup dalam Sosok Murid yang Kini Jadi Guru
Regional

Dari Foto Sekolah Gratis ke Liang Lahat: Warisan Alex Noerdin Hidup dalam Sosok Murid yang Kini Jadi Guru

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda26/02/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Gubernur Sumsel Alex Noerdin menggandeng seorang anak kecil yang pernah —dan kini telah tumbuh menjadi guru. Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Di tengah duka atas wafatnya mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) , Alex Noerdin, sebuah kisah lama kembali mencuat dan menghangatkan ingatan publik. Bukan tentang panggung politik atau proyek besar, melainkan tentang seorang anak kecil yang pernah digandeng tangannya—dan kini telah tumbuh menjadi guru.

Adalah Gandi Islamiyani, perempuan yang mengaku sebagai anak dalam foto publikasi program sekolah gratis era kepemimpinan Alex Noerdin. Dalam unggahannya di Instagram @gandiislamiyanii, Kamis (26/2/2026), ia membagikan cerita personal yang menyentuh.

“Anak kecil yang Pak Alex gandeng waktu itu adalah aku,” tulisnya.

Foto tersebut dahulu menjadi simbol komitmen pemerintah daerah membuka akses pendidikan tanpa biaya bagi masyarakat Sumsel. Namun bagi Gandi, gambar itu bukan sekadar materi kampanye. Ia dan keluarganya bahkan pernah diundang ke rumah dinas gubernur dan menerima perhatian langsung dari orang nomor satu di Sumsel saat itu.

Program sekolah gratis yang dijalankan selama dua periode kepemimpinan Alex Noerdin (2008–2018) memang menjadi salah satu kebijakan paling dikenang. Ribuan siswa terbantu, terutama dari keluarga kurang mampu, sehingga tetap dapat bersekolah tanpa terbebani biaya.

Kini, bertahun-tahun setelah momen itu, Gandi telah menyelesaikan pendidikannya dan memilih jalan pengabdian sebagai guru.

“Alhamdulillah aku selesai sekolah tepat waktu. Dan sekarang aku sudah menjadi seorang guru, Pak,” tulisnya lagi.

Seorang anak kecil yang pernah digandeng tangannya—dan kini telah tumbuh menjadi guru. Foto : Istimewa

Ia menyebut program tersebut sebagai jembatan yang mengubah hidupnya. Lebih dari itu, ia bertekad meneruskan semangat pendidikan yang pernah diperjuangkan sang mantan gubernur.

Kisah Gandi menjadi potret konkret bagaimana kebijakan publik dapat melahirkan dampak lintas generasi—dari seorang murid penerima manfaat menjadi pendidik yang kini membina generasi berikutnya.

Perpisahan Terakhir di Kebun Bunga

Sementara itu, suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman di TPU Kebun Bunga, Palembang. Di bawah terik matahari siang, keluarga besar mengantar almarhum ke peristirahatan terakhir.

Sosok yang paling mencuri perhatian adalah sang istri, Eliza Alex Noerdin. Didampingi putra sulungnya, Dodi Reza Alex Noerdin, ia berdiri tegar saat peti jenazah perlahan diturunkan ke liang lahat. Namun ketegaran itu runtuh ketika tanah mulai menutup pusara.

“Kami pulang dulu, Ayah,” ucapnya lirih, membungkuk kecil ke arah makam sekitar pukul 11.15 WIB.

Tangis pecah. Eliza kemudian dipapah kedua anaknya meninggalkan area pemakaman, sementara para pelayat terus berdatangan untuk mendoakan dan mengenang jasa almarhum.

Sebelumnya, Alex Noerdin mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta, pukul 13.30 WIB setelah menjalani perawatan medis. Jenazah sempat disemayamkan di kediaman putranya di Jakarta sebelum dibawa ke Palembang dan dilepas secara resmi oleh Gubernur Sumsel di rumah duka.[THQ]

Alex Noerdin Guru Sekolah gratis
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHerman Deru Tegaskan Lanjutkan Warisan Kepemimpinan Alex Noerdin
Next Article KAI Catat 7.005 Kunjungan, Klinik Mediska Divre III Tetap Siaga di Tengah Ramadan
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,894 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,767 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,739 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?