RELUNG.ID — Di tengah duka atas wafatnya mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) , Alex Noerdin, sebuah kisah lama kembali mencuat dan menghangatkan ingatan publik. Bukan tentang panggung politik atau proyek besar, melainkan tentang seorang anak kecil yang pernah digandeng tangannya—dan kini telah tumbuh menjadi guru.
Adalah Gandi Islamiyani, perempuan yang mengaku sebagai anak dalam foto publikasi program sekolah gratis era kepemimpinan Alex Noerdin. Dalam unggahannya di Instagram @gandiislamiyanii, Kamis (26/2/2026), ia membagikan cerita personal yang menyentuh.
“Anak kecil yang Pak Alex gandeng waktu itu adalah aku,” tulisnya.
Foto tersebut dahulu menjadi simbol komitmen pemerintah daerah membuka akses pendidikan tanpa biaya bagi masyarakat Sumsel. Namun bagi Gandi, gambar itu bukan sekadar materi kampanye. Ia dan keluarganya bahkan pernah diundang ke rumah dinas gubernur dan menerima perhatian langsung dari orang nomor satu di Sumsel saat itu.
Program sekolah gratis yang dijalankan selama dua periode kepemimpinan Alex Noerdin (2008–2018) memang menjadi salah satu kebijakan paling dikenang. Ribuan siswa terbantu, terutama dari keluarga kurang mampu, sehingga tetap dapat bersekolah tanpa terbebani biaya.
Kini, bertahun-tahun setelah momen itu, Gandi telah menyelesaikan pendidikannya dan memilih jalan pengabdian sebagai guru.
“Alhamdulillah aku selesai sekolah tepat waktu. Dan sekarang aku sudah menjadi seorang guru, Pak,” tulisnya lagi.

Ia menyebut program tersebut sebagai jembatan yang mengubah hidupnya. Lebih dari itu, ia bertekad meneruskan semangat pendidikan yang pernah diperjuangkan sang mantan gubernur.
Kisah Gandi menjadi potret konkret bagaimana kebijakan publik dapat melahirkan dampak lintas generasi—dari seorang murid penerima manfaat menjadi pendidik yang kini membina generasi berikutnya.
Perpisahan Terakhir di Kebun Bunga
Sementara itu, suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman di TPU Kebun Bunga, Palembang. Di bawah terik matahari siang, keluarga besar mengantar almarhum ke peristirahatan terakhir.
Sosok yang paling mencuri perhatian adalah sang istri, Eliza Alex Noerdin. Didampingi putra sulungnya, Dodi Reza Alex Noerdin, ia berdiri tegar saat peti jenazah perlahan diturunkan ke liang lahat. Namun ketegaran itu runtuh ketika tanah mulai menutup pusara.
“Kami pulang dulu, Ayah,” ucapnya lirih, membungkuk kecil ke arah makam sekitar pukul 11.15 WIB.
Tangis pecah. Eliza kemudian dipapah kedua anaknya meninggalkan area pemakaman, sementara para pelayat terus berdatangan untuk mendoakan dan mengenang jasa almarhum.
Sebelumnya, Alex Noerdin mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta, pukul 13.30 WIB setelah menjalani perawatan medis. Jenazah sempat disemayamkan di kediaman putranya di Jakarta sebelum dibawa ke Palembang dan dilepas secara resmi oleh Gubernur Sumsel di rumah duka.[THQ]

