RELUNG.ID – Di tengah penyesuaian jam kerja selama Ramadan 1447 H/2026 M, Klinik Mediska milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang justru mencatat tingginya angka kunjungan pasien. Sepanjang 1 Januari hingga 23 Februari 2026, total 7.005 pasien telah dilayani di empat klinik yang tersebar di Sumatera Selatan.
Angka tersebut menjadi indikator bahwa layanan kesehatan internal KAI tak hanya dibutuhkan pegawai, tetapi juga masyarakat umum dan peserta BPJS.
Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menegaskan pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas perusahaan meski memasuki bulan puasa.
“Penyesuaian jam operasional kami lakukan tanpa mengurangi kualitas layanan. Justru di momen Ramadan, kebutuhan layanan kesehatan harus tetap terjamin,” ujarnya.
Dari total 7.005 kunjungan, Klinik Mediska Palembang menjadi penyumbang terbesar dengan ribuan pasien, terdiri dari pegawai, keluarga pegawai, pasien umum, dan peserta BPJS. Klinik di Prabumulih, Muara Enim, dan Lahat juga menunjukkan tren kunjungan yang stabil.
Data ini sekaligus membantah anggapan bahwa fasilitas kesehatan perusahaan hanya eksklusif untuk internal. Faktanya, masyarakat umum turut memanfaatkan layanan tersebut.
Selama Ramadan, jam operasional memang disesuaikan. Namun seluruh layanan tetap berjalan, mulai dari dokter umum, dokter gigi, farmasi, hingga dokter spesialis Obgyn yang tersedia di Palembang.
Selain itu, KAI mendorong digitalisasi layanan melalui aplikasi Mobile JKN. Pasien dapat mendaftar, memilih dokter, hingga mengambil nomor antrean secara daring sebelum datang ke klinik. Langkah ini dinilai efektif memangkas waktu tunggu, terutama di bulan puasa.
Aida menegaskan, kesehatan pegawai menjadi fondasi utama keselamatan perjalanan kereta api. Karena itu, perusahaan memastikan tidak ada kompromi terhadap standar pelayanan.
“Kami ingin memastikan pegawai tetap sehat, operasional tetap aman, dan masyarakat sekitar juga mendapat akses layanan kesehatan yang layak,” tegasnya. (KPB)

