RELUNG.ID- Memasuki tahun 2026, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan komitmennya untuk menata kota secara menyeluruh dengan menempatkan pelayanan dasar sebagai fondasi utama pembangunan.
Kesehatan dan pendidikan disebut menjadi kunci untuk mendorong Palembang tumbuh sebagai kota yang sejahtera sekaligus berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan Ratu Dewa saat menjadi narasumber dalam program Dialog Kepala Daerah Menjawab: Menata Palembang Menuju Kota Sejahtera dan Berdaya Saing di TVRI Sumsel, Senin (12/1/2026) malam.
Berbekal pengalaman panjang sebagai aparatur sipil negara (ASN), Ratu Dewa mengaku memahami kondisi lapangan dan dinamika birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Palembang. Pengalaman itu, menurutnya, membentuk gaya kepemimpinan yang responsif serta terbuka terhadap aspirasi masyarakat.
“Syukur juga saya aktif di media sosial. Banyak laporan warga yang langsung masuk, mulai dari jalan berlubang, pohon tumbang, sampai genangan air,” ujar Ratu Dewa.
Ia menilai kecepatan merespons laporan warga merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Namun, kepercayaan tersebut harus diimbangi dengan penguatan layanan dasar yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Di sektor kesehatan, Pemkot Palembang terus meningkatkan kualitas layanan, di antaranya melalui peresmian puskesmas dengan fasilitas rawat inap serta penambahan armada ambulans untuk mempercepat penanganan pasien.
“Kita jemput bola. Sekali lagi, semuanya gratis,” tegasnya.
Ke depan, Ratu Dewa menargetkan setiap puskesmas memiliki minimal satu dokter spesialis. Ia juga menekankan kepada seluruh tenaga kesehatan agar tidak menolak pasien dengan alasan apa pun.
“Jangan pernah menolak pasien, walau hanya bermodal KTP,” katanya.
Dalam sesi interaktif, warga juga menyampaikan keluhan terkait layanan kesehatan dan persoalan parkir. Menanggapi hal itu, Ratu Dewa menegaskan pentingnya penegakan aturan sekaligus modernisasi sistem perparkiran.
“Di titik yang dilarang jangan dijadikan tempat parkir. Ke depan, tata kelola parkir akan terintegrasi dengan sistem digital dan dipantau secara real time,” jelasnya.
Selain layanan dasar, penataan wajah kota juga menjadi prioritas pada 2026. Ratu Dewa menyebut pembenahan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan rumah besar, mulai dari penerangan jalan umum (PJU) hingga penanganan genangan banjir di hampir 500 titik, termasuk di ruas jalan protokol.
Tak hanya infrastruktur fisik, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur turut menjadi perhatian. Pemkot Palembang menargetkan peningkatan kualifikasi pendidikan ASN secara bertahap guna menunjang pelayanan publik yang lebih profesional.
Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah kota menyiapkan sistem penghargaan bagi ASN dan pelajar berprestasi, termasuk penyandang disabilitas.
“Saya bertekad, siswa dan ASN berprestasi kita beri reward. Tidak hanya bidang pendidikan, tapi semua sektor, termasuk disabilitas. Bahkan ada reward umrah,” ungkapnya.
Di sektor ekonomi, Ratu Dewa menegaskan ekonomi kerakyatan tetap menjadi tulang punggung pembangunan Palembang. Saat ini tercatat lebih dari 97 ribu pelaku UMKM yang terus diberdayakan melalui pelatihan dan pendampingan rutin.
Ia juga menyebut pertumbuhan ekonomi Palembang dalam 10 bulan terakhir mencapai 5,82 persen, mencerminkan iklim investasi yang aman dan kondusif.
“Untuk investasi, Palembang aman dan nyaman,” ujarnya.
Selain itu, pengembangan sektor pariwisata turut menjadi fokus, terutama wisata sejarah dan religi, serta rencana penataan Sungai Musi sebagai ikon kota.
Dengan berbagai program strategis tersebut, Ratu Dewa optimistis Palembang pada 2026 dapat melangkah lebih jauh sebagai kota yang semakin berdaya saing dan sejahtera.[YKP]

