RELUNG.ID – Dari total 270 siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palembang, sebanyak 111 siswa yang dinyatakan eligible untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) kini menghadapi ancaman tidak bisa ikut serta. Hal ini disebabkan karena data mereka belum terinput ke dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Wakil Kepala MAN 2 Palembang Bidang Kurikulum, Bunyamin, M.Pd, menjelaskan bahwa proses pengisian data PPDS (Pengisian Profil Peserta Didik Sekolah) terdiri dari empat tahapan, yaitu: registrasi sekolah, pengisian data siswa, pendataan kurikulum, dan terakhir upload nilai siswa. Menurutnya, meski data siswa sudah lengkap, kendala terjadi pada tahap upload nilai yang gagal karena traffic jaringan yang padat.
“Data sudah lengkap tinggal diupload, hanya karena traffic padat gagal upload. Banyak yang akses sehingga kami tidak bisa mengupload tepat waktu,” ujar Bunyamin saat diwawancarai di MAN 2 Palembang pada Selasa (4/2/2025).
Bunyamin menambahkan bahwa selain masalah traffic, terdapat juga kendala sinkronisasi data. Beberapa siswa terlambat membuat akun, sehingga data mereka belum terintegrasi dengan sistem. Proses validasi pun harus menunggu selama satu minggu sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Kondisi ini menjadi permasalahan yang bukan hanya dialami oleh MAN 2 Palembang, namun juga oleh lebih dari 100 sekolah di seluruh Indonesia.
Dalam upaya mencari solusi, pihak sekolah bersama rekan-rekan dari sekolah lainnya telah melakukan diskusi dan mengajukan pengaduan langsung ke Jakarta. “Akhirnya, ada pernyataan dari staf Kementerian bahwa hari ini atau besok upload nilai bisa dilakukan kembali. Namun, hingga kini belum, jadi kami masih terus stand by menunggu informasi pembukaan kembali pengisian PPDS,” jelas Bunyamin.
Ia juga menegaskan bahwa proses pengisian data PPDS ini telah dilakukan setiap tahun tanpa kendala seperti ini. “Kalau ditanya apakah ini gagap teknologi, tentu tidak. Tahun ini permasalahan terjadi saat upload data yang tidak bisa difinalisasi karena traffic tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak sekolah telah menyampaikan penjelasan kepada siswa dan orang tua bahwa kendala ini bukan sepenuhnya kesalahan pihak sekolah. Mereka mengimbau agar seluruh pihak bersabar dan terus berdoa sembari menunggu perkembangan informasi lebih lanjut.
Dengan demikian, 111 siswa yang sebelumnya memenuhi syarat untuk mengikuti SNBP kini berada dalam situasi yang genting. Semua pihak berharap masalah teknis ini segera terselesaikan agar proses seleksi dapat berjalan dengan lancar dan adil bagi seluruh siswa.[TRA]

